covid-19

Perjanjian Dagang Indonesia-Australia Segera Rampung

Perjanjian kerjasama perdagangan Indonesia-Australia ditargetkan rampung tahun depan.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 12 Mei 2016 18:03 WIB

Author

Dian Kurniati

Perjanjian Dagang Indonesia-Australia Segera Rampung

Menteri Perdagangan, Thomas Lembong. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta – Perjanjian kerjasama perdagangan Indonesia-Australia ditargetkan rampung tahun depan. Menteri Perdagangan, Thomas Lembong mengatakan, nantinya komiditas unggulan yang akan dijual ke negara itu adalah produk kreatif seperti perhiasan. Ia mengklaim, Australia merupakan negara potensial yang patut diajak kerjasama di bidang perdagangan.

“Kita targetkan, tahun depan perjanjian perdagangan dengan Australia sudah rampung. Satu potensi yang saya lihat masih kurang terlihat adalah Australia. Bersebelahan dengan kita, tapi perdagangan dengan kita sedikit sekali. Investasi di Indonesia dari Australia juga kecil sekali," kata Tom di Hotel Mulia, Kamis (12/04/16).

"Sebenarnya tidak ada alasan dan kedua kepala negara mengerti soal itu, sehingga diberikan perhatian istimewa supaya bisa ada kemitraan ekonomis. Memang sektor unggulan kita ke depan akan beda banget dengan sebelumnya. Contoh yang masih kurang kita hargai adalah perhiasan,” tambahnya.

Tom juga mengatakan, Australia yang secara geografis dekat dengan Indonesia, seharusnya sudah sejak lama diajak bekerja sama. Kata dia, komoditas yang bakal diekspor ke sana kebanyakan berupa produk-produk kreatif seperti perhiasan karena lebih diminati dan berharga mahal. Dia berujar, nilai ekspor perhiasan sebesar 5 miliar dolar AS per tahun dengan pertumbuhan berkisar 15 sampai 20 persen setiap tahun. Diharapkan, nilai itu bisa semakin  bertambah seiring dengan terbukanya akses perdagangan ke Australia.

Kata dia, Indonesia harus segera mengebut perjanjian perdagangan dengan negara lain, misalnya Eropa dan Australia. Alasannya, kedua benua itu memiliki peluang perdagangan yang besar, tidak hanya barang, tetapi juga jasa. Negosiasi perdagangan dengan Australia itu akan digarap bersamaan dengan perjanjian untuk Eropa yang berskema Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).



Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7