Pendamping Warga Sinabung: Jenis Tanaman Jadi Kendala Relokasi

Sekretaris PMI Sumatera Utara, Zulkifli mengatakan, warga hanya mau pindah jika lahan yang disediakan cocok dengan tanaman mereka.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 22 Mei 2016 22:10 WIB

Author

Wydia Angga

Pendamping Warga Sinabung: Jenis Tanaman Jadi Kendala Relokasi

Seorang warga kaki Gunung Sinabung membawa hewan ternak ketika mengevakuasi diri dari Desa Gamber, Karo, Sumatera Utara, Minggu (22/5). Foto: Antara

KBR, Jakarta - PMI Sumatera Utara yang melakukan pendampingan kepada warga Sinabung menyebut jenis tanaman garapan milik warga yang berbeda-beda menjadi kendala dalam proses relokasi. Sekretaris PMI Sumatera Utara, Zulkifli mengatakan, warga hanya mau pindah jika lahan yang disediakan cocok dengan tanaman mereka.

"Karena mereka harus melihat situasi lingkungannya, melihat kondisi tanamannya, jenis tanaman, mereka kan beragam ada yang menanam kubis kol mereka harus beradaptasi lagi ke wilayah yang baru," katanya kepada KBR (22/5/2016).

Meski demikian, Zulkifli menambahkan, PMI terus melakukan pendekatan kepada warga untuk mau direlokasi. Pasalnya, kata dia, warga masih bercocok tanam di zona merah untuk mencukupi kebutuhan hidup.

"Kita Palang Merah dan Pemerintah Kabupaten Karo terus melakukan pendekatan supaya mereka mau direlokasi. Seperti relokasi tahap pertama kan juga cukup jauh, mereka juga belum terbiasa dengan situasi baru dan sudah terbiasa dengan lingkungan yang lama jadi harus adaptasi lagi. Ya kita berharap mudah-mudahan ini bisa mereka pahami supaya berkenan direlokasi," papar Zulkifli kepada KBR (22/5/2016)

Letusan Gunung Sinabung pada Hari Sabtu (21/6/2016) merenggut nyawa 7 orang. Tim SAR gabungan pencarian korban terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI dan Relawan menghentikan pencarian korban pada hari ini.

Sebanyak 1.683 keluarga atau 4.967 jiwa di 4 desa harus direlokasi tahap kedua yaitu Desa Gamber, Kuta Tonggal, Gurukinayan, dan Berastepu. Adanya keterbatasan lahan menyebabkan relokasi tidak dapat dilakukan secara cepat. 

Editor: Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17