Menteri Susi dan Ryamizard Teken Kerjasama Keamanan Laut

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meresmikan kerjasama dua kementerian.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 11 Mei 2016 09:45 WIB

Author

Billy Fadhila

Menteri Susi dan Ryamizard Teken Kerjasama Keamanan Laut

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, teken MoU di bidang keamanan laut. Foto: Billy Fadhila/KBR

KBR, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meresmikan kerjasama dua kementerian. Bentuk kerjasama tersebut diharapkan bisa lebih meningkatkan keamanan di laut Indonesia, utamanya pada sektor perikanan.

"Kita ingin kalau ada pesawat digabung dengan kapal air, kapal laut tentunya akan lebih terintegritas, nah di sini karena KKP tidak punya expertise kita harapkan Kemhan membantu kita dalam hal asistensi operasional, asistensi dalam melaksanakan, dan lain sebagainya," kata Susi Pudjiastuti, Selasa (10/5/2016).

Penyediaan alat-alat tersebut, kata dia, akan dilaksanakan tahun ini. Rencananya peralatan pertahanan tersebut akan ditambahkan sekitar enam. Beberapa negara dan perusahaan sudah menawarkan menjadi pihak penyedia. Sementara terkait anggaran, Susi belum bisa menjawab karena masih diperhitungkan.

“Yang menawarkan banyak ada PT.DI, Kanada, ada Jerman, ada Rusia, ada Inggris, ada Amerika, Cekoslovakia, nanti kita akan lelang,” terang Susi.

Sektor perikanan Indonesia menurutnya makin baik, kenaikan nilai tukar nelayan dari 102 menjadi 110 adalah hal yang sangat positif. Tahun 2015 pun sektor perikanan Indonesia menyumbang GDP sebesar 8.96%, padahal sebelumnya sumbangan dari sektor perikanan tidak pernah mencapai 7%.

Susi juga sudah merencanakan untuk memasukkan penangkapan perikanan dalam Daftar Negatif Investasi (DNI). Dengan begitu kata dia, penangkapan ikan di wilayah Indonesia hanya boleh dilakukan oleh nelayan lokal.

Ia menambahkan, harga komoditas perikanan di Indonesia juga menguntungkan bagi masyarakat. Ikan adalah satu-satunya komoditas yang terjadi deflasi sehingga ikan bisa lebih dijangkau oleh masyarakat Indonesia secara lebih luas.




Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri