Menteri ESDM: Dunia Usaha Ragukan Target 35 Ribu Megawatt

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengakui, pencapaian proyek ini memang relatif lambat. Kata dia, kalangan dunia usaha mulai meragukan target tersebut tercapai pada 2019.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 14 Mei 2016 23:51 WIB

Author

Ninik Yuniati

Menteri ESDM: Dunia Usaha Ragukan Target 35 Ribu Megawatt

Menteri ESDM Sudirman Said (keempat kanan) dalam pencanangan Program Indonesia Terang, bagian dari proyek 35.000 MW dengan enam provinsi di wilayah Indonesia timur. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Realisasi proyek listrik 35 ribu megawatt hingga kini baru mencapai 10 persen dari target. Itu sebab, Presiden Joko Widodo meminta proyek ini dievaluasi secara menyeluruh.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengakui, pencapaian proyek ini memang relatif lambat. Kata dia, kalangan dunia usaha mulai meragukan target tersebut tercapai pada 2019.

"Sekarang secara keseluruhan, yang konstruksinya sudah 10% jadi sekitar 3500an mw. yang sudah dalam PPA mungkin sekitar 30%. Sisanya masih dalam persiapan pengadaan, sedikit lebih lambat dari target. Maka itu, presiden memberi warning lebih baik dilakukan evaluasi secara mendalam supaya nanti tidak di tengah jalan baru terasa" kata Sudirman Said, di kompleks Istana, Jumat (13/5).

Sudirman Said menambahkan, hasil evaluasi ditargetkan rampung sebelum bulan puasa untuk diserahkan kepada Presiden.

Kata dia, Presiden meminta dua kebijakan tetap dijaga, yakni kemudahan berusaha untuk menarik kalangan investor dan juga pembangunan energi terbarukan.

"Terutama memang  policy-policy pemerintah yang dimaksudkan untuk memudahkan itu mesti dijaga. Policy peemrintah yang diarahkan untuk membangun energi terbarukan mesti dijaga" tambah Sudirman.

Sementara terkait proyek PLTU Batang yang sempat menuai protes, Sudirman Said mengatakan, pembangunan ditargetkan bisa dimulai awal Juni mendatang.

"Sudah menuju ke financial closing, dan mungkin awal Juni sudah bisa mulai kontruksi, mudah-mudahan tidak ada hambatan, karena tanah sudah beres, keuangan sudah beres, jadi tinggal jalan saja" ujar Sudirman.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pegawai KPK Berstatus ASN, Independensi KPK Terancam