MEA, Menko Darmin: Tak Ada Sertifikat, Daya Saing Tenaga Kerja Tak Bisa Diukur

Pemerintah masih berupaya mendorong sertifikasi profesi itu sebelum tenaga kerja dari luar negeri masuk ke Indonesia.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 03 Mei 2016 19:20 WIB

Author

Dian Kurniati

MEA, Menko Darmin: Tak Ada Sertifikat, Daya Saing Tenaga Kerja Tak Bisa Diukur

Pengunjung melihat kerajinan di salah satu gerai UKM saat pameran Kedu Expo 2016 di Gedung Tri Bhakti Kota Magelang, Jateng, Kamis (28/4). Pameran UKM guna mengenalkan dan mempromosikan produk lokal y

KBR, Jakarta– Menteri Koordinator Perkekonomian Darmin Nasution menyatakan daya saing tenaga kerja profesional Indonesia tak akan bisa diukur dalam persaingan pasar bebas ASEAN selama tidak memiliki sertifikat. Darmin mengatakan, pemerintah masih berupaya mendorong sertifikasi profesi itu sebelum tenaga kerja dari luar negeri masuk ke Indonesia. Kata dia, upaya itu masih sulit karena belum ada alat ukurnya, yakni standar kompetensi dan sertifikasi.


“Kita belum punya alat ukurnya, sertifikat kompetensinya itu. Ada berapa yang punya kompetensi ini, siapa yang belum? Kita belum. Mereka harus dibangun malah, mekanismenya. Kalau Anda tanya, bisa bersaing atau tidak? Pertanyaannya, dia punya sertifikat tidak, yang diakui juga di negara-negara ASEAN lain? Kita harus bikin itu,” kata Darmin di Universitas Negeri Jakarta, Selasa (03/05/16).


Darmin mengatakan, penyusunan standar kompetensi dan sertifikasi itu tidak disusun oleh pemerintah, melainkan asosiasi profesi dan asosiasi industri. Nantinya, standar itulah yang akan digunakan untuk mengukur kompetensi para tenaga kerja Indonesia agar bisa bersaing dalam pasar bebas ASEAN. Kata dia, tenaga kerja profesional lokal tidak akan mampu bersaing dengan tenaga kerja asing apabila tidak memiliki sertifikat.


Darmin mengakui, penyusunan standar sertifikasi tidak mudah. "Perumusan standar itu dibuat satu per satu untuk ribuan bidang industri, seperti manufaktur, jasa, pertanian, dan pertambahan." 


Ribuan bidang industri itu, kata dia, masing-masing akan diklasifikasikan lagi menjadi sembilan kelompok, mulai dari yang terendah bernama operator sampai di tingkat tertinggi bernama ahli. Oleh karena itu, kata Darmin, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan menggandeng Kamar Dagang dan Industri agar mendorong asosiasi pengusaha segera menyusun standar kompetensi dan sertifikasi. 


Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tambahan Anggaran COVID-19 untuk Pemulihan Ekonomi