Bagikan:

Malam Ini Bulog Serap 40 Ribu Ton Bawang dari Brebes

Nantinya bawang itu akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 11 Mei 2016 19:43 WIB

Author

Dian Kurniati

Malam Ini Bulog Serap 40 Ribu Ton Bawang dari Brebes

Panen Bawang Merah Semarang. Foto: Antara

KBR, Jakarta– Perum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) akan menyerap bawang merah dari Brebes sebanyak 40 ribu ton, malam ini. Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti memastikan harga beli Bulog tidak akan merugikan petani. Dia berujar, nantinya bawang itu akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan di DKI Jakarta dan Jawa Barat.


“Kami siap menyerap, iya. Malam ini mulai ada dari Brebes 40 ribu ton. Sementara kita tarik ke Jakarta, sebagian dibawa ke Caringin, Jawa Barat, Cibitung, dan lain-lain. Prinsipnya, hari ini dapat, hari ini disalurkan,” kata Djarot di kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (11/05/16).


Djarot mengatakan, bawang itu dibeli seharga Rp 22 ribu per kilogram. Sehingga, bawang itu akan dijual seharga Rp 25 sampai Rp 26 ribu karena ditambah ongkos kirim dan penghitungan penyusutan di jalan. Djarot berujar, pemerintah menjamin harga beli itu tidak akan merugikan petani, sehinga harga beli Bulog tidak akan lebih rendah dari harga pokok petani.


Pekan lalu, Perum Bulog menyatakan bakal menyerap 23 ribu ton bawang merah dari petani untuk mengendalikan harga di pasar. Djarot mengatakan, stok bawang itu berada di sepuluh titik sentra bawang di seluruh Indonesia. Kata dia, tim Bulog terus mengecek persediaan bawang di daerah-daerah agar bisa diserap. 


Dengan stok bawang itu, Bulog berharap dapat mengintervensi harga pasar. Mengenai pendanaan, kata Djarot, tidak ada hambatan yang dialami Bulog karena sudah dijamin oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. 


Upaya intervensi ini terkait permintaan Presiden Joko Widodo agar harga bawang merah di pasar bisa ditekan sampai Rp 25 ribu, terutama saat Ramadan dan Lebaran. Saat ini, harga bawang di pasar saat ini berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram, sedangkan harga di tingkat grosir berkisar 32 ribu per kilogram.


Editor: Malika

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?