Luhut: Kami Tunggu Hasil Simposium Tandingan Tragedi 65

"Ya kan kita tunggu masih ada rekomendasi satu lagi dari simposium besok."

BERITA , NASIONAL

Senin, 30 Mei 2016 17:42 WIB

Author

Ade Irmansyah

Luhut: Kami Tunggu Hasil Simposium Tandingan Tragedi 65

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Luhut Binsar Panjaitan

KBR, Jakarta- Pemerintah bakal menunggu hasil rekomendasi simposium tandingan soal peristiwa 65, sebelum menentukan sikap terhadap peristiwa tersebut. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, nantinya kedua hasil rekomendasi simposium tersebut akan dijadikan masukan untuk menentukan sikap.

"Ya kan kita tunggu masih ada rekomendasi satu lagi dari simposium besok. Setelah itu baru kita banding, kita bikin sendiri," ujarnya kepada wartawan di Istana Presiden, Jakarta, Senin (05/30).

Meski demikian, ujar Luhut, sebenarnya pemerintah sudah memiliki sikap terkait masalah tersebut. Jadi kata dia, jika hasil keduanya bertolakbelakang, pemerintah hanya akan menggunakan rekomendasi simposium kasus 65 yang pertama sebagai acuannya. Dan dia tegaskan, hasilnya harus dijalani semua pihak.

Selain itu kata dia, hasil rekomendasi final nantinya juga akan digabungkan dengan hasil penyelidikan Kejaksaan Agung. Dengan begitu menurutnya, masalah ini bisa mengakomodir semua pihak.

"Ya gak apa-apa, yang sudut pandang Polhukam kan harusnya. Pandangannya pemerintah. Pemerintah itu kan jelas ada tiga TAP MPR, uu itu, dan TAP MPR tahun 2003. Jadi sekarang kami kondisikan dari Kejagung, simposium satu, dan satunya. Jadi ini tiga, saya rasa cukup." ujarnya.

Pihaknya kini kata dia sudah mengantongi hasil rekomendasi simposium yang sebelumnya sudah digelar April lalu. Hanya saja kata dia, hasil rekomendasi tersebut belum bisa diumumkan dengan pertimbangan alasan tertentu.

"Ya belum elok saya buka dong. Nanti nyontek. Biar aja dulu independen, kalau ada dapet paling minggu ini, nanti kita satukan, laporkan pada presiden, nanti baru keputusan akhir presiden baru saya omongin," ujarnya.
Terkait investigasi pembongkaran kuburan masal dia mengaku belum melakukan tindakan apa pun. Alasannya kata dia, hal itu masih belum perlu dilakukan saat ini.

"Oh itu belum. Kita mau liat dulu laporan, perlu enggak ini dilakukan. Kan intinya mau kita lihat mengenai verifikasi apakah bener 400 ribu korban. Menurut saya enggak benar," ujarnya.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Presiden Didesak Keluarkan Perppu untuk Batalkan UU KPK

Cek Fakta Top 5 Hoax of The Week 14-20 September 2019

Bangun Sinergi Selamatkan Badak