Bagikan:

KPBI: 28 Provinsi dan 192 kota Deklarasikan Rumah Rakyat Indonesia

Kata Ilhamsyah, dalam organisasi tersebut tergabunglah gerakan mahasiswa, pemuda, perempuan, petani dan nelayan yang ke depan diharapkannya menjadi embrio partai politik.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 01 Mei 2016 20:23 WIB

Author

Wydia Angga

KPBI: 28 Provinsi dan 192 kota Deklarasikan Rumah Rakyat Indonesia

Foto: KPBI

KBR, Jakarta - Pimpinan Kolektif Konfederasi Pekerja Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah menyebut sebanyak 28 provinsi dan 192 kota kabupaten mendeklarasikan Rumah Rakyat Indonesia sebagai organisasi multisektor pada May Day hari ini. Di Jakarta, kata dia, deklarasi dilakukan di Gelora Bung Karno dengan dihadiri sekira 50 ribu orang.

Kata Ilhamsyah, dalam organisasi tersebut tergabunglah gerakan mahasiswa, pemuda, perempuan, petani dan nelayan yang ke depan diharapkannya menjadi embrio partai politik. Dalam Rumah Rakyat Indonesia itu, digodoklah program yang akan nantinya diusung partai.

"Kita berharap memang untuk bisa ikut pemilu 2019 tapi kalaupun tidak ikut pemilu 2019, partai ini tetap akan kami jaga, tetap akan kami  bangun, tetap menjadi alat perjuangan bagi seluruh elemen perjuangan rakyat," ungkapnya kepada KBR (1/5/2016).

Meski mengaku tak banyak lagi bergantung pada pemerintah, menurut Ilhamsyah, dalam May Day kali ini, KPBI masih terus menyerukan dihentikannya kriminalisasi buruh seperti yang menimpa 26 aktivis buruh pada Oktober lalu. Mereka juga menuntut kenaikan upah berdasar kebutuhan hidup layak dan menolak PP No 78 soal pengupahan yang membatasi kenaikan upah berdasar kenaikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

KPBI juga mendesak negara untuk mengembangkan industri dalam negeri dan menjawab penciptaan lapangan kerja kepada rakyat serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap industri dari luar negeri.

"Kita minta negara memfasilitasi atau memperbesar anggaran ristek guna pembangunan industri dalam negeri agar kita bisa mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi, dan bisa menjadi bahan jadi dengan pembangunan industri pabrik-pabrik sehingga bisa menyerap banyak lapangan kerja bagi rakyat," pungkasnya.

Editor: Sasmito Madrim

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Komunitas Biboki Lestarikan Tenun Ikat Tradisional

Living Law, Apa Dampaknya Jika Masuk dalam RKUHP?

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending