Ketua Pengarah Simposium 65: Rekomendasi Hampir Rampung

Agus enggan membeberkan apa hasil rekomendasi yang akan diberikan kepada pemerintah nanti.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 12 Mei 2016 22:01 WIB

Author

Bambang Hari

Ketua Pengarah Simposium 65: Rekomendasi Hampir Rampung

Suasana Simposium Nasional. Foto: KBR

KBR, Jakarta- Rumusan rekomendasi Simposium 1965 diklaim hampir rampung dan bisa segera diserahkan ke Pemerintah. Ketua Pengarah Simposium, Agus Widjojo mengatakan, perbedaan pandangan yang selama ini terjadi sudah mengerucut kepada satu keputusan. Meski begitu, ia enggan membeberkan apa hasil rekomendasi yang akan diberikan kepada pemerintah nanti.

"Tinggal sentuhan akhir. Tapi kami tidak akan merilis itu kepada publik. Kami akan menyerahkan itu sebagai rekomendasi kepada pemerintah. Sudah tinggal menutup dengan kalimat-kalimat penutup saja. Jadi bisa dibilang diskusinya sudah mengerucut, sudah sepakat. Kapan akan diserahkan kepada pemerintah? Saat ini kan banyak yang keluar kota. Presiden, Menko Polhukam, kalau ada di tempat, dan begitu ada waktu ya kita bisa langsung menyerahkannya," katanya.

Rapat tim perumus simposium yang dilaksanakan beberapa kali berlangsung alot. Hal ini menyebabkan rekomendasi yang seharusnya diberikan sejak beberapa pekan lalu, menjadi diundur. Penyebab alotnya rapat tersebut lantaran perbedaan pandangan diantara para tim perumus, yang diantaranya terdiri dari Komnas HAM, FSAB, Sejarawan dan Masyarakat Sipil.  

Sebelumnya, Tim perumus Simposium 1965 telah merampungkan poin-poin rekomendasi penuntasan kasus pelanggaran HAM berat 1965/1966. Agus menyebut ada tiga kemungkinan simpulan terkait peran negara dalam tragedi 1965/1966. Yakni negara terlibat, tak terlibat atau negara lalai, membiarkan terjadinya kekerasan massal terhadap jutaan korban.

Simposium nasional tragedi 1965 digelar dengan sokongan Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan. Kegiatan itu menghadirkan ratusan peserta mulai dari akademisi, lembaga pendamping korban dan pelaku yang mengetahui tragedi tersebut. Menurut Ketua Panitia Pengarah Simposium, Agus Widjojo, simposium digelar untuk menuntaskan tragedi berdarah itu melalui jalan nonyudisial yakni rekonsiliasi.  

Editor: Malika 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Presiden Didesak Keluarkan Perppu untuk Batalkan UU KPK

Cek Fakta Top 5 Hoax of The Week 14-20 September 2019

Bangun Sinergi Selamatkan Badak