Kematian Gajah Yani, Menteri Siti: Perawatan Gajah Tidak Bisa Sembarangan

Kementerian Lingkungan Hidup bakal memeriksa fasilitas kebun binatang Bandung.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 12 Mei 2016 20:16 WIB

Author

Ade Irmansyah

Kematian Gajah Yani, Menteri Siti: Perawatan Gajah Tidak Bisa Sembarangan

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, saat menengok Yani, gajah sumatera yang tengah sekarat di Kebon Binatang Bandung, Rabu. Yani akhirnya mati. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bakal memeriksa langsung terkait penyebab kematian Gajah Yani di Kebun Binatang Bandung. Menteri KLHK, Siti Nurbaya mengatakan mengatakan pihaknya juga bakal memeriksa bagaimana Kebun Binatang Bandung memperlakukan satwanya. Pasalnya kata dia, setiap hewan memerlukan penanganan khusus.

"Jadi kita antara lahir dan mati itu namanya juga terjadi di manusia dan hewan. Tetapi memang problemnya adalah mengapa dia matinya begitu rupa di kebun binatang yang harusnya dimanage sedemikian rupa dengan baik, jadi nanti saya tinggal cek aja apa yang terjadi di sana."Ujarnya kepada wartawan di Kantor Kementerian KLHK, Kamis (12/5/2016).

Kata dia, untuk penanganan Gajah di kebun binatang tidak bisa sembarangan. Perlu ada kubangan dan dijaga kebersihannya. Selain itu kata dia, pihaknya juga bakal memeriksa fasilitas kebun binatang seperti misalnya keberadaan dokter hewan.

"Kebun Binatang itu biasanya milik pemda tapi saya nanti akan cek dulu, apakah itu kebun binatangnya siapa, yang pasti nantinya saya harus cek dulu ke lapangan kalau itu kewenangan siapa nanti harus dapat dukungan apa," ujarnya.

Kebun Binatang Tamansari Bandung ditutup untuk umum pada, hari ini, untuk pemeriksaan medis mayat gajah Sumatera yang mati kemarin. Pemeriksaan medis ini untuk mengetahui penyebab kematian gajah bernama Yani. Pemeriksaan dimulai pukul 7 pagi tadi selama 5-6 jam. Menurut Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, Sylvana Ratina, pemeriksaan medis ini dilakukan oleh delapan dokter dari berbagai otoritas yang berwenang dan diketuai oleh dokter senior dari Taman Safari Indonesia. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri