Dua Polisi Diduga Pelaku Pemerkosa, Mabes Polri Kirim Tim ke Manado

Kepolisian Indonesia (Polri) mengirim tim untuk menyelidiki keterlibatan dua anggotanya dalam kasus perkosaan seorang perempuan di Manado, Sulawesi Utara.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 11 Mei 2016 11:44 WIB

Author

Ninik Yuniati

Dua Polisi Diduga Pelaku Pemerkosa, Mabes Polri Kirim Tim ke Manado

Kapolri Badrodin Haiti. Foto: Setkab.go.id

KBR, Jakarta - Kepolisian Indonesia (Polri) mengirim tim untuk menyelidiki keterlibatan dua anggotanya dalam kasus perkosaan seorang perempuan di Manado, Sulawesi Utara. Pasalnya menurut Kapolri Badrodin Haiti, dari sejumlah keterangan yang didapat, belum ada informasi yang memastikan dua personel polisi itu sebagai pelakunya.

"Kalau datanya belum jelas bagaimana kita bisa menindak orangnya. Oleh karena itu kita perintahkan tim dari Mabes Polri baik dari Propam maupun dari Bareskrim untuk bisa menyelidiki keterlibatan anggota Polri itu, siapa sebetulnya itu. Karena memang selama ini belum ada keterangan yang menjelaskan secara pasti, itu siapa orangnya. Itu yang sedang diselidiki, kalau hanya info-info itu dari keterangan-keterangan itu belum ada," kata Badrodin Haiti di kompleks Istana, Rabu (5/11/2016).

Badrodin Haiti menegaskan, Kepolisian serius menangani kasus tersebut. "Kita serius, sudah bergerak, makanya kita kirimmkan tim dari Mabes Polri ke sana," ujar dia.

Kasus pemerkosaan yang menimpa seorang perempuan di Manado itu terjadi pada akhir Januari 2016. Ia diperkosa belasan pria di Manado dan Gorontalo.

Perempuan ini mengaku diajak dua tetangga perempuan korban ke Bolangitang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Di sana dia dipaksa mencicipi narkoba oleh dua tetangganya itu serta dibawa ke penginapan. Dalam kondisi mabuk, korban diperkosa belasan pria secara bergiliran. Hingga kini, belum ada pelaku yang ditangkap.




Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Nicholas Saputra Bicara soal Semesta dan Social Media

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17