Diskon Listrik Belum Berlaku, Menko Darmin Akan Panggil Menteri EDSM dan PLN

Diskon 30 persen ini sedianya diberikan bagi industri padat karya yang beroperasi pada tengah malam.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 03 Mei 2016 21:02 WIB

Author

Dian Kurniati

Diskon Listrik Belum Berlaku, Menko Darmin Akan Panggil Menteri EDSM dan PLN

Ilustrasi. Sambunga listrik. Foto: Antara

KBR, Jakarta– Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution akan memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dan Direktur Utama PT. PLN Sofyan Basir karena belum memberlakukan diskon 30 persen untuk industri padat karya yang beroperasi pada tengah malam. Darmin mengatakan, pemberian diskon itu sudah tertuang dalam Paket Kebijakan Ekonomi III dan diumumkan pada Oktober tahun lalu. Kata dia, sebelum diambil, kebijakan itu adalah usulan Kementerian ESDM dan sudah disetujui bersama.


“Ternyata,waktu rapat tadi, katanya PLN enggak mau. Kita harus rapat lagi buat mengecek. (Akan dilakukan apa tidak?) Harus dong, sudah diputuskan ya. Pokoknya nanti kita panggil, Saya juga baru tahu kalau itu tidak jalan,” kata Darmin di kantornya, Selasa (03/05/16).


Darmin mengatakan, pemberian diskon listrik 30 persen untuk industri padat karya yang beroperasi tengah malam bertujuan untuk meringankan beban industri, karena bisa berhemat. Darmin mengaku tidak mengetahui alasan PT. PLN belum memberlakukan kebijakan yang sudah diumumkan enam bulan lalu itu. Hal itu, kata dia, akan ditanyakan dalam waktu dekat.


Pada Paket Kebijakan Ekonomi III, pemerintah memberikan kemudahan untuk pelaku industri serta usaha kecil, mikro, dan menengah. Pada paket itu tertulis, pemerintah telah menurunkan harga bahan bakar minyak, listrik, gas, menyederhanakan izin pendirian usaha, dan mempermudah pencairan dana kredit usaha rakyat. 


Sementara mengenai kebijakan tentang aliran listrik, pemerintah memberikan diskon tarif sebesar 30 persen untuk industri yang menggunakan listrik pada pukul 23.00 hingga pukul 08.00 pagi. Alasannya, beban listrik pada tengah malam tidak sebesar saat siang atau malam hari. 


Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Dampak Revisi UU KPK

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12