Bagikan:

Deflasi April Tertinggi, Pertanda Harga Pokok Terkendali

Deflasi April 2016 itu merupakan yang terbesar sejak tahun 2000, hanya kalah dari tahun 1999.

BERITA | NASIONAL

Senin, 02 Mei 2016 16:47 WIB

Author

Dian Kurniati

Deflasi April Tertinggi, Pertanda Harga Pokok Terkendali

Ilustrasi. (Foto: www.ekon.go.id)

KBR, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan indeks harga konsumen (IHK) bulan April 2016 mengalami deflasi sebesar 0,45 persen.

Kepala BPS Suryamin mengatakan deflasi bulan April 2016 itu merupakan yang terbesar sejak tahun 2000. Angka deflasi April tahun ini hanya kalah dari tahun 1999.

Deflasi yang tinggi menunjukkan perkembangan harga komoditas bahan pokok yang terkendali.

"Indeks harga konsumen atau inflasi pada bulan April terjadi deflasi 0,45 persen. Deflasi pada April 2016 ini, kalau dilihat beberapa tahun yang lalu, ini sejak 2000 paling tinggi deflasinya. Hanya kalah dengan tahun 1999, yang terjadi bulan April deflasi 0,68 persen," kata Suryamin di kantornya, Senin (2/5/2016).

Dari 82 kota yang disurvei IHK-nya, ada 77 kota mengalami deflasi dan lima kota inflasi. Suryamin mengatakan seluruh kota di Sumatra dan Jawa yang disurvei mengalami deflasi.

Deflasi tertingi terjadi di Sibolga (Sumatera Utara) sebesar 1,79 persen dan terendah di Singaraja (Bali) sebesar 0,06 persen. Sementara inflasi tertinggi terjadi di Tarakan (Kalimantan Timur) sebesar 0,45 persen.

BPS juga mencatat inflasi 2016 sampai April lalu sebesar 0,16 persen dan inflasi tahun ke tahun (year on year) sebesar 3,60 persen.

Deflasi yang terjadi pada April lalu disebabkan harga bahan kebutuhan pokok yang mulai menurun. Menurut komponen pengeluaran, bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,94 persen.

Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,35 persen. Sementara perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami deflasi 0,13 persen.

Bahan sandang mengalami inflasi 0,22 persen, kesehatan mengalami inflasi 0,31 persen, pendidikan mengalami inflasi 0,03 persen, serta transportasi komunikasi dan jasa keuangan deflasi 1,6 persen.

Pada tahun ini pemerintah menargetkan laju inflasi di level 4,7 persen atau turun dari APBN-P 2015 sebesar 5,0 persen.

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?