Bagikan:

Bukunya Diturunkan Dari Gramedia, GM: Tempo Bisa Gugat

"Kalau saya yang dibegitukan, saya akan ajukan ke Mahkamah Konstitusi."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 13 Mei 2016 17:57 WIB

Bukunya Diturunkan Dari Gramedia, GM: Tempo Bisa Gugat

Goenawan Mohamad (dua dari kanan) yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Literasi mengkritik upaya aparat keamanan yang menyisir dan menyita buku-buku yang dianggap terkait dengan paham komuni (13/5). F

KBR, Jakarta- Salah satu pendiri Tempo Grup, Goenawan Mohamad mengkritik penarikan buku-buku karya Tempo Inti Media dari rak toko Kepustakaan Populer Gramedia. Baginya, hal tersebut menunjukkan adanya ketakutan yang prematur menyusul maraknya aksi penyisiran buku-buku oleh aparat keamanan. Menurutnya, pihak Tempo bisa mengajukan gugatan ke pengadilan apabila merasa tidak terima dengan keputusan pihak KPG.

"Saya memang sudah lama tidak di Tempo. Tapi saya jelas menentang upaya itu. Mereka harusnya juga menyerang balik. Mungkin sebentar lagi buku-buku saya juga ada yang dilarang, tapi karena tidak dijual tidak dilarang. Kalau saya yang dibegitukan, saya akan ajukan ke Mahkamah Konstitusi," katanya.

Sebelumnya, sejumlah buku yang diterbitkan PT Tempo Inti Media diturunkan dari rak toko buku Gramedia. Buku-buku itu dianggap memiliki materi soal komunis.

Buku-buku yang diturunkan itu diantaranya Seri Tempo "Orang Kiri" yang mengangkat tema soal tokoh-tokoh Partai Komunis Indonesia seperti Aidit, Nyoto, Sjam, dan Musso. Selain itu, Gramedia juga menurunkan buku terbitan Tempo lainnya yang berjudul Benny Moerdani, Sarwo Edhie, Kartosoewirjo dan Daud Beureuh.

Pihak Gramedia seperti dikutip Tempo, mengaku upaya ini dilakukan menyusul maraknya razia aparat keamanan, ke toko-toko buku, dan menyita buku-buku yang dinilai mengandung materi komunis. 

Editor: Dimas Rizky

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kiprah dan Harapan Satu Abad NU

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending