Bekali Kepala Daerah, Luhut Tegaskan Komitmennya Ungkap Tragedi 65

" Saya nggak percaya. Saya ingin dibuktikan. Nah jadi kalau orang bilang mau membuka PKI, nggak ada pikiran kita ke sana,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 26 Mei 2016 16:49 WIB

Author

Bambang Hari

Bekali  Kepala Daerah, Luhut Tegaskan Komitmennya Ungkap Tragedi 65

Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan (Foto: KBR/Aisyah K.)

KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan menegaskan komitmen Pemerintah dalam mengungkap peristiwa 1965. Hal ini   ia tegaskan saat memberikan pembekalan kepada sejumlah kepala daerah di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri, di Kalibata, Jakarta Selatan. 

Menurut dia, pengungkapan fakta-fakta terkait peristiwa itu sangatlah penting. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menuntaskan peristiwa 1965. Setelah menggelar Simposium beberapa waktu lalu, Pemerintah juga berencana membongkar kuburan massal korban peristiwa 1965.

Menurut Luhut, pengungkapan fakta mengenai jumlah jatuhnya korban perlu diluruskan. Karenanya, pemetaan dan pembongkaran kuburan massal perlu dilakukan. Ia menegaskan ketidakpercayaannya mengenai jumlah korban yang mencapai ratusan ribu orang.

"Saya pribadi melihat. Saya tidak setuju dikatakan  korban itu 400 ribu. Karena 400 ribu  tahun 65 itu, mungkin di antara itu masih anak bayi   waktu itu. Saya sekarang berumur 68 tahun, saya masih anak SMA kelas tiga waktu itu. Nah ini anda lihat semua, ini   jadi masalah, tuntasin.  Saya nggak percaya.  Harus dilihat berapa angka itu? Karena itu kalau dibilang benar 400 ribu, pada zaman itu  penduduk Indonesia baru di bawah  100 juta. Berarti kita ini  holocaust, pembunuh. Masak? Saya nggak percaya. Saya ingin dibuktikan. Nah jadi kalau orang bilang mau membuka PKI, nggak ada pikiran kita ke sana," katanya.

Pada Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965 April lalu, Menkopolhukam Luhut menantang pembuktian jumlah korban tragedi tersebut. Dia tak percaya, jumlah korban mencapai jutaan jiwa. Bahkan Sintong Hamonangan Panjaitan di simposium tersebut hanya mengungkap 19 korban. Kala itu, Sintong bertugas sebagai Komandan Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) Jawa Tengah.

Tantangan ini kemudian dijawab para penyintas. Awal pekan ini, Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 1965 telah menyerahkan data berisi lokasi kubur massal tragedi 1965. Luhut pun berjanji akan segera mengerahkan tim untuk memverifikasi data tersebut.

Sementara itu, terkait rekomendasi hasil simposium, Luhut mengaku telah menyerahkannya kepada presiden.

"Simposium sudah selesai dan rekomendasi juga sudah diserahkan. Saya tak ingin mengomentari apapun terkait dengan rekomendasi itu, karena tidak ingin polemik mengenai kasus 1965 semakin meluas. Yang pasti, pemerintah punya niat menyelesaikan itu," ujarnya. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Belgia Kewalahan Hadapi Gelombang Pandemi

Penerimaan Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 Masih Rendah

Ronde 6 - Petani Tembakau

Kabar Baru Jam 8