Bagikan:

Akui Simpan Arsip Tragedi 65, TNI: Belum Tentu Bisa Diakses Publik

Arsip tragedi 65 tersebar di beberapa markas TNI di Indonesia dan belum bisa dipastikan apa bisa dibuka ke publik seperti arsip yang ada di ANRI.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 18 Mei 2016 15:07 WIB

Author

Eli Kamilah

Akui Simpan Arsip Tragedi 65, TNI: Belum Tentu Bisa Diakses Publik

Ilustasi

KBR, Jakarta- Mabes TNI mengaku menyimpan sejumlah berkas terkait peristiwa 1965. Berkas itu, kata Juru Bicara TNI, Tatang Sulaeman antara lain arsip pemeriksaan dan pembunuhan tujuh jenderal dan hal-hal yang berkaitan dengan Partai Komunis Indonesia. 

"Banyak, yang terkait dengan pemeriksaan pelaku. TNI terarsip dengan baik. Semua yang terlibat organisasi terlarang. Sebagian ada 48, 65 tetapi kebanyakan pasca 65. Karena setelah itu terbongkar, itu ada arsip pemeriksaan pelaku,"kata Tatang kepada KBR, Rabu (18/5/2016)

Ketika ditanya apakah arsip itu juga memuat soal pembantaian massal, Tatang mengaku bisa saja ada jika berkas dilihat kembali satu persatu. "Mungkin kalau diteliti satu-satu mungkin bisa, tergantung lokasinya juga. kalau di Jatim, ya di sana,"ujarnya.

Arsip tragedi 65, kata Tatang tersebar di beberapa markas TNI di Indonesia. Biasanya, berkas pemeriksaan itu disimpan oleh Polisi Militer. Namun, Tatang tak bisa memastikan apakah arsip-arsip itu bisa dibuka ke publik seperti arsip yang ada di lembaga arsip atau ANRI.

"Klasifikasinya saya belum mendalam, apakah itu bisa diberikan ke publik, apa itu termasuk termasuk ke dalam pasal yang dikecualikan atau tidak,"tambahnya.

Sebelumnya, Masyarakat Literasi Yogyakarta (MLY) mendesak lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) membuka secara bebas arsip-arsip negara terkait tragedi 1965 dan pelanggaran HAM lainnya.

Menanggapi itu, Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia ANRI menegaskan telah membuka seluruh dokumen terkait 1965 kepada publik. Kepala Sub Bagian Pelayanan Arsip Nasional, Mira Puspitarini menambahkan untuk peristiwa penculikan ketujuh jenderal yang kemudian dibunuh, hingga ini masih disimpan oleh pihak TNI. 

(Baca juga: Didesak Buka Arsip Peristiwa 65, ANRI: Itu Disimpan Mabes TNI ) 


Editor: Malika


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Most Popular / Trending