Ahok Akui Terbitkan 3 Izin Reklamasi

Ahok enggan berkomentar terkait materi pemeriksaannya hari ini.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 10 Mei 2016 20:09 WIB

Author

Randyka Wijaya

Ahok Akui Terbitkan 3 Izin Reklamasi

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dimintai keterangan untuk melengkapi berkas ketiga tersangka suap rancangan peraturan daerah (raperda) reklamasi Teluk Jakarta. Hal itu disampaikan Ahok usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 8 jam.

"Pokoknya saya diminta melengkapi berkas untuk pak Ariesman, Pak Sanusi dan Pak Trinanda. Jadi tiga tersangka ini mungkin buat dinaikkan, jadi saya melengkapi berkas-berkas untuk beliau-beliau itu," kata Ahok di Gedung KPK Selasa, (10/05/2016).

Ahok juga mengaku hanya mengeluarkan tiga izin terkait reklamasi tersebut. "Saya hanya tiga, tiga," ungkap Ahok. 

Dia enggan berkomentar lebih lanjut terkait materi pemeriksaannya hari ini. "Tanya sama penyidik".

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Ketiga tersangka itu adalah Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi, Presiden Direktur Agung Podomoro Land (APL) dan karyawan APL Trinanda Prihantoro. 

Sanusi disangka menerima suap Rp 2 miliar dari Ariesman. Uang itu diduga untuk memengaruhi besaran kontribusi tambahan bagi pengembang, yang akan ditentukan dalam raperda reklamasi. Anak perusahaan APL, PT Muara Wisesa Samudera mendapat jatah reklamasi pulau G di pantai utara Jakarta.

Bangunan Tak Berizin di Pulau Reklamasi, Ahok: Nggak Masalah

Ahok mengaku tidak mempermasalahkan pendirian bangunan di pulau reklamasi C dan D yang dilakukan tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pengembang pulau-pulau tersebut, PT Kapuk Naga Indah (KNI) telah mendirikan sejumlah ruko tanpa izin.

"Itu nggak masalah itu ada proses denda," ungkapnya.

Saat ditanya soal besaran denda bagi pengembang, Ahok tidak mengetahui secara rinci berapa besarannya."Saya ngga tahu. Ada hitungannya," imbuhnya.

Anak perusahaan Agung Sedayu Group itu memiliki izin reklamasi terbanyak dibandingkan pengembang lain. KNI mendapat jatah lima dari 17 pulau reklamasi.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11