Ribuan TKI Selamat dalam Kerusuhan Perusahaan Bin Ladeen

Sesuai pantauan KJRI tidak ada TKI yang ditangkap aparat keamanan.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 01 Mei 2016 15:37 WIB

Author

Sasmito

 Ribuan TKI Selamat dalam Kerusuhan Perusahaan Bin Ladeen

Lebih dari seratus orang tewas, termasuk dua orang calon haji dari Indonesia, dan ratusan lainnya terluka, ketika crane jatuh dari plafon Masjidil Haram di Mekkah, saat musim haji, pada Jumat 11 Septe

KBR, Jakarta- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mencatat ada 1000 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di kompleks akomodasi pekerja Bin Ladin di kawasan Iskan Fuq, Mekkah yang rusuh pada Sabtu, 30 April 2016. Kantor pengelola mengalami kerusakan berat dan belasan bus dibakar.

Direktur Perlindungan WNI dari Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, KJRI Jeddah telah berupaya membujuk TKI agar tidak ikut melakukan kekerasan dalam kerusuhan tersebut.

"Pada hari kejadian, staf KJRI Jeddah yang kebetulan sedang berada di lokasi langsung melakukan berbagai upaya untuk menenangkan dan memberikan pengertian kepada sekitar 1000 TKI di kamp tersebut agar tidak terpicu aksi kekerasan, sekaligus memberikan bantuan logistik. Kerusuhan telah dihentikan oleh kepolisian setempat," jelas Lalu Muhammad Iqbal dalam keterangan tertulisnya.

Meski demikian, kata dia, belum ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut dan sesuai pantauan KJRI tidak ada TKI yang ditangkap aparat keamanan.

"Menlu telah memerintahkan agar siang ini KJRI segera mensuplai dukungan logistik secara berkala yang pengirimannya dilakukan secara tepat dengan mempertimbangkan sensitifitas situasi di kamp dimaksud. Menlu juga memerintahkan agar KJRI melakukan upaya-upaya untuk memastikan karyawan WNI selamat dan tidak terpancing tindakan kekerasan," imbuhnya.

Sabtu, 30 April 2016 sekitar pukul 13.00 waktu setempat di kompleks akomodasi pekerja Bin Ladin di kawasan Iskan Fuq, Mekkah, ribuan pekerja Bin Ladin yang berasal dari berbagai negara melakukan aksi pembakaran mobil petugas dan memaksa memasuki kantor pengelola. Kantor pengelola mengalami kerusakan berat dan belasan bus dibakar.

Diperkirakan terdapat sekitar  6000 WNI bekerja sebagai karyawan perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi, Bin Ladeen Group. Akibat kesulitan keuangan yang dihadapi setelah peristiwa jatuhnya Crane pada musim haji lalu, ribuan karyawan di PHK, termasuk dari Indonesia.

Hingga pagi tadi suasana masih mencekam di sekitar lokasi. Aksi massa tersebut dipicu oleh tidak adanya distribusi logistik dan listrik sejak 30 April 2016. Para pekerja Bin Ladin juga menuntut kejelasan penyelesaian gaji dan pemulangan terhadap mereka yang terkena PHK sejak 4 bulan terakhir. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri