TNI Masuk Lembaga Sipil, Langkah Mundur Reformasi

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo tengah mengkaji keterlibatan TNI masuk ke lembaga-lembaga sipil.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 21 Mei 2015 11:24 WIB

Author

Ninik Yuniati

TNI Masuk Lembaga Sipil, Langkah Mundur Reformasi

TNI di Aceh. Foto: Erwin Jalaludin KBR

KBR, Jakarta - Wacana pelibatan TNI di lembaga-lembaga sipil dinilai sebagai langkah mundur reformasi TNI. Pengamat militer, Rizal Darma Putra beralasan, hal tersebut akan mengganggu fokus TNI menjalankan tugas utamanya di bidang pertahanan.

"Dampaknya sumber daya yang cukup bagus akan tertarik di dalam birokrasi sipil, itu akan memecah konsentrasi dari TNI baik secara organisasi maupun dari sisi SDM. Untuk kembali memikirkan atau berprofesi sebagai aparat sipil misalnya ditarik di KPK, atau yang lain, masih banyak SDM yang lain," kata Rizal Darma Putra di KBR Pagi, Kamis (21/5/2015). 

Padahal, TNI saat ini tengah berbenah dan mulai mendapat kepercayaan dari masyarakat. Terlebih, Indonesia tidak kekurangan aparat sipil lain yang bisa dimanfaatkan.

"Sayang sekali tentara ini lagi sangat profesional. Menurut survey, instansi TNI termasuk paling dipercaya masyarakat. Ini akan setback," tambahnya.

Pengamat militer, Rizal Darma Putra menambahkan, sebaiknya TNI diberi kesempatan untuk fokus melakukan modernisasi. Kata dia, dibandingkan negara-negara tetangga, TNI masih jauh tertinggal, salah satunya di bidang alutsista.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo tengah mengkaji keterlibatan TNI masuk ke lembaga-lembaga sipil. Rencananya, pemerintah akan menerbitkan peraturan presiden agar keterlibatan TNI tidak mencederai reformasi TNI. Selain itu, menurut Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, peranan TNI kini mulai terlihat lebih besar. Ini dibuktikan dengan permintaan bantuan dari sejumlah kementerian dan lembaga kepada TNI. 


Editor: Damar Fery

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18