Swasembada Kedelai Masih Butuh Waktu

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Srie Agustina mengatakan distribusi panen tidak merata tiap bulan.

BERITA | NASIONAL

Senin, 25 Mei 2015 18:19 WIB

Author

Khusnul Khotimah

Ilustrasi petani memanen tanaman kedelai mereka yang membusuk akibat terendam air hujan di Desa Dana

Ilustrasi petani memanen tanaman kedelai mereka yang membusuk akibat terendam air hujan di Desa Danaraja, Banyumas, Jateng. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Pemerintah mengaku masih membutuhkan impor kedelai. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Srie Agustina mengatakan saat ini kebutuhan per tahun mencapai 2,5 juta ton. Namun produksi pada tahun 2014 baru 856 ribu ton. Kata dia, swasembada kedelai masih membutuhkan waktu beberapa tahun lagi.

“Karena itu kita masih impor. Kebutuhan itu tidak sepenuhnya digunakan untuk masyarakat tapi untuk bahan baku tahu dan tempe sekira 62-70 persen. Selebihnya digunakan untuk industri makanan, minuman dan lainnya,“ kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Srie Agustina dalam diskusi ketahanan pangan di Jakarta, Senin (25/5/2015).

Namun untuk beras, jagung, minyak goreng, gula pasir, daging ayam dan telur, Srie mengatakan sudah bisa disebut swasembada. Hanya saja yang perlu dibenahi adalah terkait distribusinya. Karena distribusi panen tidak merata tiap bulan.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menteri Nadiem Makarim Diminta Kaji Ulang Kebijakan Kampus Merdeka