Bagikan:

Pengamat: Selamatkan KPK, Presiden Harus Ubah UU

Pakar Hukum Tata Negara, Irman Putra Sidin menyarankan pemerintah mengubah Undang-undang untuk antisipasi kriminalisasi KPK terulang kembali.

BERITA | NASIONAL | NASIONAL

Senin, 04 Mei 2015 17:18 WIB

Author

Aika Renata

Pengamat: Selamatkan KPK, Presiden Harus Ubah UU

Presiden Joko Widodo (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Pakar Hukum Tata Negara, Irman Putra Sidin menyarankan pemerintah mengubah Undang-undang untuk antisipasi kriminalisasi KPK terulang kembali. Menurut Irman, cara ini lebih jelas ketimbang hanya memerintahkan Kapolri untuk melepas objek hukum. Dalam masalah ini, Presiden telah meminta Kapolri untuk melepas penyidik KPK Novel Baswedan yang pekan lalu, ditangkap Kepolisian.


"Saya lebih setuju dengan pendapat JK, lebih konstitusional. Kalaupun Presiden ingin menyelamatkan seseorang, bukan dengan memerintahkan polisi untuk menangguhkan penahanannya tetapi mengubah undang-undang yang mempermudah penahanan yang dilakukan oleh negara baik polisi, jaksa, dan KPK," ujarnya saat dihubungi KBR, Senin (04/05).

"Itu harus dipersulit agar semua warga negara bisa menikmati kebijakan presiden itu dan bisa merasakan hak-hak konstitusional warga negara," jelasnya lagi

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memiliki sikap berbeda soal penangkapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan oleh Badan Reserse Kriminal Polri. Jokowi meminta Kapolri untuk tidak menahan Novel Baswedan. Sementara Jusuf Kalla secara terpisah justru mengatakan pemerintah tidak bakal ikut campur dalam perkara Novel. 

Editor: Dimas Rizky

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan