Pemerintah Latih Ribuan TKW Sektor Kesehatan dan Konveksi

Kata dia, para calon TKW nantinya akan diberi pelatihan seperti Bahasa Inggris dan Mandarin, pelatihan keperawatan, keramahtamahan,dan pelatihan budaya negara tujuan.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 21 Mei 2015 12:43 WIB

Author

Gun Gun Gunawan

Menteri PP dan PA Yohana Yambise (tengah) dan Pendiri Tahir Foundation, Prof Tahir (kiri )

Menteri PP dan PA Yohana Yambise (tengah) dan Pendiri Tahir Foundation, Prof Tahir (kiri ) memberikan keterangan pers di Kemendagri usai penandatanganan MoU pelatihan TKW. (Rama/KBR)

KBR, Jakarta - Pemerintah bersama Tahir Foundation dan enam Kepala daerah menandatangani nota kesepahaman terkait pelatihan Tenaga Kerja Wanita (TKW). Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yambise mengatakan, nota kesepahaman itu adalah tindaklanjut dari kebijakan moratorium TKW untuk sektor pekerja rumah tangga.

"Jumlah peserta dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur adalah 1.000 sementara dari NTT, NTB dan Maluku 500 orang," kata Yohana Yambise di Kemendagri, Kamis (21/5/2015).

Kata dia, para calon TKW nantinya akan diberi pelatihan seperti Bahasa Inggris dan Mandarin, pelatihan keperawatan, keramahtamahan,dan pelatihan budaya negara tujuan. Dengan begitu para calon TKW dapat bekerja di sektor kesehatan, restoran, dan konveksi.

"Tahun depan akan kami tambah sesuai dengan permintaan daerah masing-masing," tambahnya.

Menteri Yohana Yambise menambahkan, pemerintah tengah merumuskan besaran upah yang sesuai yang nantinya akan diusulkan kepada perusahaan tempat TKW bekerja.

Sementara itu pendiri Tahir Foundation, Prof. Tahir mengatakan, perusahaannya menggelontorkan dana Rp1 triliun untuk lima tahun. Artinya, tiap daerah mendapat Rp200 miliar untuk pelatihan TKW. Durasi pelatihan ini berkisar tiga hingga enam bulan per angakatan.

Kata Tahir, selama pelatihan, peserta akan mendapat uang saku sekitar R.1 juta per bulan. MoU ini berlaku sejak hari ini, Kamis (21/5/2015) hingga Oktober 2019.


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18