NU: HTI Hancurkan Nasionalisme

Pandangan HTI ggantikan sistem demokrasi dengan khilafah berdasarkan syariah Islam hancurkan prinsip nasionalisme dan demokrasi

BERITA , NASIONAL

Kamis, 28 Mei 2015 18:42 WIB

Author

Iriene Natalia

Aksi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)/ Foto: Antara

Aksi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Pandangan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk menggantikan sistem demokrasi dengan khilafah yang berdasarkan syariah Islam dinilai menghancurkan prinsip nasionalisme dan demokrasi di Indonesia. Aktivis muda NU sekaligus aktivis pluralisme, Guntur Romli menyatakan langkah gerakan HTI tersebut tidak sesuai dengan keberagaman bangsa Indonesia.

"Dalam sistem khilafah Hizbut Tahrir, Khalifah merangkum semua kewenangan tiga itu; yudikatif, eksekutif, legislatif. Anda bisa bayangkan. Gerakan seperti Hizbut Tahrir dalam konteks ke-Indonesiaan bisa dianggap suatu penghancuran terhadap nasionalisme dan demokrasi di Indonesia karena HTI memandang demokrasi sebagai sistem yang kafir. Menurut saya ini persoalan yang serius," ujarnya kepada KBR, Kamis (28/5).

Sebelumnya, dalam perbincangan dengan KBR, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto menyatakan sistem demokrasi tak sesuai dengan prinsip agama Islam. HTI berniat menegakkan khilafah berdasarkan syariah Islam di Indonesia. Sepanjang bulan Mei 2015, Hizbut Tahrir Indonesia menyelenggarakan Rapat dan Pawai Akbar (RPA) di 36 kota di seluruh Indonesia. Menurut HTI, visi dan misi ini penting untuk terus ditegaskan dan dikokohkan terlebih di tengah arus besar yang tengah mengancam keselamatan negeri ini, yakni neoliberalisme dan neoimperialisme.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Zero Waste, Ubah Salak Jadi Aneka Rupa

Zero Waste, Ubah Salak Jadi Aneka Rupa

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18