covid-19

Genjot Produksi Jagung Hingga 25 Juta Ton, Ini yang Dilakukan Kementan

Koordinasi antarpihak diperlukan agar target peningkatan produksi jagung tahun ini sekitar 23-25 juta ton tercapai.

BERITA | NASIONAL

Senin, 04 Mei 2015 12:04 WIB

menjemur jagung

Petani menjemur jagung hasil panen sebelum digiling di Desa Tangkeno, Kabaena Tengah, Sulawesi Tenggara, Selasa (14/4). ANTARA FOTO

KBR, Jakarta - Kementerian Pertanian membahas upaya swasembada jagung dengan 100 bupati dan pemangku kepentingan. Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Hasil Sembiring mengatakan, koordinasi antarpihak diperlukan agar target peningkatan produksi jagung tahun ini sekitar 23-25 juta ton tercapai.

"Masalah jagung kita ini sangat kompleks karena tersebar di berbagai daerah, aksesnya susah, sedangkan pemasarannya itu, terkonsentrasi di Jawa, Sulawesi. Pertumbuhan produksi kita tidak seimbang, dengan kebutuhan jagung yang kita butuhkan," kata Hasil Sembiring dalam dialog dengan bupati dan pemangku kepentingan tentang swasembada jagung, di Kementerian Pertanian, (4/5/2015).

Kata dia, saat ini impor jagung masih tinggi, sekitar 3,5 juta ton dan diperkirakan akan terus meningkat. Selain itu, banyak masalah yang menghambat perkembangan produksi jagung.

"Jadi pertumbuhan kita rata-rata lima persen, tapi pertumbuhan untuk permintaan itu sekitar 12 persen pertahun. Tata niaganya juga belum begitu menguntungkan, dan kalau dilihat dari neracanya, kita defisit 0,94 juta ton," tambahnya.

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring menambahkan, pihaknya menggenjot upaya percepatan produksi jagung. Di antaranya, penerbitan peraturan presiden tentang suplai benih jagung, penggunaan e-catalog dalam pembelian alat-alat pertanian, serta pengawalan dan pendampingan dari tim upaya khusus. 


Sementara terkait, terkait harga pokok pembelian jagung (HPP) jagung, saat ini masih dibahas di Kementerian Perekonomian.



Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Mampukah Polisi Respons Cepat Kasus yang Libatkan Anggotanya?