Bagikan:

Bicarakan Petral, Faisal Basri Datangi Bareskrim Mabes Polri

Dia mengaku kedatangannya malam ini dalam rangka perbincangan mengenai PT Petral oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 21 Mei 2015 21:34 WIB

Bekas Ketua Tim Anti Mafia Migas, Faisal Basri. Foto: Antara

Bekas Ketua Tim Anti Mafia Migas, Faisal Basri. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Bekas Ketua Tim Anti Mafia Migas, Faisal Basri mendatangi gedung Bareskrim Mabes Polri malam ini. Dia mengaku kedatangannya malam ini dalam rangka perbincangan mengenai PT Petral oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri. Dia membantah kalau kedatangannya tersebut berkaitan dengan pelaporan mafia migas kepada penegak hukum yang pernah dia katakan saat masih menjadi ketua Tim Anti Mafia Migas tersebut. Namun dia mengakui sempat ada pembicaraan soal dugaan korupsi SKK Migas dengan PT TPPI yang diduga merugikan negara 2 trilliun rupiah.

“(Apakah kedatangan bapak terkait kasus SKK Migas dengan TPPI pak? ) Engga, tapi ada juga tapi tidak spesifik, ya namanya ngobrol-ngobrol pasti ketemu juga dengan TPPI, tapi intinya ngobrolin soal PT Petral. (Petral soal rekomendasi pembubarannya itu pak?) Bukan, ini umum soal petral dari perspektif Reskrim aja. Kami kan mengeluarkan rekomendari soal ada Petralnya, kan Petral sudah panas dari dulu dan bapak-bapak ini minta gambaran,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Bareskrim Mabes Polri, Kamis (21/5/2015)

Disisi lain, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Victor Edison Simanjuntak membenarkan pihaknya meminta Faisal Basri untuk membicarakan terkait PT Petral. Kata dia, Faisal Basri merupakan ahli dibidang tersebut. Namun dia membantah kalau Bareskrim tengah menangani kasus tertentu terkait PT Petral.

Sebelumnya, Tim Anti Mafia Migas pimpinan Faisal Basri merekomendasikan kepada pemerintah soal penyelidikannya terkait mafia migas. Rekomendasi pertama kata dia, perbaikan tata kelola sektor hulu migas, rekomendasi selanjutnya adalah perbaikan di sektor hilir, seperti penghapusan bahan bakar minyak Ron 88 (Premium) yang dianggap sebagai sarang mafia. Rekomendasi terakhir adalah pembubaran Petral. Dia juga mengaku telah menyerahkan daftar nama-nama mafia migas ke penegak hukum. Kata Faisal, dirinya tidak bisa membuka nama itu kepada media dan publik lantaran tak ingin menyebar fitnah dengan mengumbar nama-nama temuannya. Dia menambahkan, tim-nya yang bertugas enam bulan itu hanya bisa memberi pemetaan terkait dugaan pelaku kejahatan di sektor migas.

Editor: Malika

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio

Most Popular / Trending