Usut Korupsi Haji, KPK Sita Handphone Anggito Abimanyu

Penyididikan kasus korupsi dana haji terus berlanjut. Kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita telepon genggam atau handphone milik Dirjen Haji dan Umroh Kementerian Agama, Anggito Abimanyu.

NASIONAL

Minggu, 25 Mei 2014 20:48 WIB

Author

Yudi Rachman

Usut Korupsi Haji, KPK Sita Handphone Anggito Abimanyu

Korupsi Haji, KPK, Handphone, Anggito Abimanyu

KBR, Jakarta – Penyididikan kasus korupsi dana haji terus berlanjut. Kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita telepon genggam atau handphone milik Dirjen Haji dan Umroh Kementerian Agama, Anggito Abimanyu.

Menurut Juru bicara KPK Johan Budi, tindakan itu untuk mencari bukti tambahan terkait kasus korupsi yang disinyalir merugikan negara lebih dari Rp238 milliar.

Selain itu, kata Johan, untuk mengetahui hubungan komunikasi Anggito dengan tersangka Suryadharma Ali dalam korupsi penyelenggaraan haji 2012-2013. (Baca: Jadi Tersangka Korupsi, Menteri Agama Suryadharma Tak Wajib Mundur)

"Dalam proses penggeledahan untuk kepentingan penyidikan maka ada barang-barang atau dokumen yang perlu dilakukan penyitaan. Penyitaan ini bukan dirampas, tetapi disita untuk dipelajari termasuk dokumen kalau memang tidak terkait nanti dikembalikan," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi ketika dihubungi KBR, Minggu (25/5)

KPK telah menetapkan Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai tersangka dalam dana pengelolahan penyelenggaraan haji tahun 2012-2013 yang bernilai 1 triliun rupiah. KPK sendiri masih menghitung total kerugian negara dalam tindak pidana korupsi tersebut.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 8

Mama 'AB': Mengikat Yang Tercerai

Gelar Konser Musik dan Seni Pertunjukan Offline. Apa Sudah Memungkinkan?