Rabu, TNI & Kemenlu Bahas Sengketa Perbatasan RI-Malaysia

KBR, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama sejumlah kementerian bakal menggelar pertemuan untuk membahas sengketa perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Sengketa terkini terjadi di batas wilayah di Tanjung Datuk, Kalimantan Barat. Juru bi

NASIONAL

Senin, 26 Mei 2014 14:31 WIB

Author

Bambang Hari

Rabu, TNI & Kemenlu Bahas Sengketa Perbatasan RI-Malaysia

TNI, Malaysia, perbatasan, sengketa, luar negeri

KBR, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama sejumlah kementerian bakal menggelar pertemuan untuk membahas sengketa perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

Sengketa terkini terjadi di batas wilayah di Tanjung Datuk, Kalimantan Barat. Juru bicara TNI Fuad Basya mengatakan Kementerian yang membahas masalah itu adalah Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri.

Fuad mengatakan, pertemuan tersebut bakal menghasilkan kesepakatan mengenai hal-hal yang harus dilakukan TNI dalam menghadapi permasalahan batas wilayah.

Selain itu, pertemuan juga bakal membahas sejumlah perbatasan yang masuk area abu-abu. Pertemuan bakal dilaksanakan pada Rabu lusa.

"Panglima direncanakan bakal membahas mengenai Tanjung Datuk dan apa langkah-langkah yang akan diambil," kata Fuad Basya.

Fuad menjelaskan, TNI hanya sebagai eksekutor di lapangan, sedangkan kebijakan ditentukan di tingkat pemerintah.

"Fokusnya memang ke kasus Tanjung Datuk. Tapi saya kira pembicaraan bakal berkembang ke perbatasan-perbatasan lainnya," Fuad menambahkan, ketika ia dihubungi KBR melalui sambungan telepon.

Sebelumnya Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah meminta Kementerian Luar Negeri mengirimkan nota protes ke Malaysia. Ini terkait dengan pembangunan mercusuar oleh Malaysia di kawasan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat.

Tanjung Datuk yang terletak di antara Kalimantan Barat dan wilayah Malaysia hingga kini masih merupakan wilayah abu-abu, karena belum ada kesepakatan dua negara tentang kepemilikan daerah itu.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8

Disability Right Fund (DRF) Mitra Disability People Organisation (DPO)