Puluhan Produsen Mainan Anak Ajukan Sertifikasi SNI

KBR, Jakarta - Hal ini menambah daftar perusahaan produsen mainan lokal maupun asing yang sebelumnya berjumlah 60-an perusahaan.

NASIONAL

Sabtu, 03 Mei 2014 14:38 WIB

Author

Wiwik Ermawati

Puluhan Produsen Mainan Anak Ajukan Sertifikasi SNI

mainan, sni, label, apindo, pengusaha

KBR, Jakarta - Sekitar 20-an perusahaan produsen mainan mengajukan pengurusan label sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) ke lembaga sertifikasi produk. Hal ini menambah daftar perusahaan produsen mainan lokal maupun asing yang sebelumnya berjumlah 60-an perusahaan. Kepala Pusat Standardisasi Kementerian Perindustrian Tony Sinambela mengatakan pihaknya memberikan tenggat waktu enam bulan kepada seluruh produsen mainan anak untuk mengajukan label SNI.

"Itu kan kita sudah koordinasi, pengawasan barang beredar di pasar itu kan Kemenperin, Kemendag dan Kapolri khususnya bareskrim itu sudah berkoordinasi. Jadi enam bulan pertama itu kita sudah dilakukan pengawasan sejak pemberlakuan. Jadi kalo misalnya dalam enam bulan awal ini ada pelaku usaha yang hanya menunjukan surat keterangan dalam proses itu bisa diterima," kata Tony saat dihubungi KBR.

Kepala Pusat Standardisasi Kementerian Perindustrian Tony Sinambela mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Kementrian Perdagangan (kemendag) bersama Kepolisian Indonesia mengawasi perusahaan mainan yang nakal yang belum ber- SNI. (Baca: Aprindo: Mainan Anak Ber-SNI, Industri Kecil Wajib Diedukasi Pemerintah)

Mulai tanggal 30 April kemarin,mainan anak tak ber-SNI dilarang beredar. Hal ini dilakukan sebagai upaya melindungi anak-anak dari masalah keamanan, keselamatan, dan kesehatan. Penerapan ini sesuai dengan peraturan No 24 Tahun 2013 tentang pemberlakuan SNI untuk mainan anak-anak yang diterbitkan Kementerian perindustrian.


Editor: Irvan Imamsyah

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN