Polda Yogyakarta Tangkap Pelaku Penganiayan Julius Felicianus

KBR, Jakarta - Kepolisian Yogyakarta telah menangkap beberapa pelaku penyerangan terhadap Direktur Penerbit Galangpress Yogyakarta, Julius Felicianus.

NASIONAL

Jumat, 30 Mei 2014 10:34 WIB

Author

Febriana

Polda Yogyakarta Tangkap Pelaku Penganiayan Julius Felicianus

polda, julius, felicianus

KBR, Jakarta - Kepolisian Yogyakarta telah menangkap beberapa pelaku penyerangan terhadap Direktur Penerbit Galangpress Yogyakarta, Julius Felicianus.

Salah satu pelaku yang ditangkap Polda Yogyakarta berinisial Qol, yang merupakan tetangga Julius. Kini Polda tentang mencari 2 pelaku lain yang tinggal tak jauh dari rumah Julius, yaitu Bach dan Ash. Setelah kejadian penganiayaan yang terjadi Kamis (29/5) malam, Bach dan Ash menghilang hingga kini.

Salah satu anak Julius Felicianus, Riko sangat mengenal para pelaku karena rumah pelaku tak jauh dari rumah Julius.

Juru Bicara Polda DIY, Any Pudjiastuti enggan mengungkap dugaan bahwa pelaku berasal dari kelompok Front Pembela Islam (FPI). Namun begitu, ia mengklaim telah mengantongi identitas lengkap para pelaku yang menyerang kediaman Julius.

“Beberapa pelaku sudah teridentifikasi. Yang jelas ini negara hukum, kita akan menegakkan hukum sesuai aturan yang ada dan kita proses," kata Any Pudjiastuti kepada KBR (30/5).

Semalam, sekelompok orang yang diduga dari kelompok FPI menyerang rumah Julius Felicianus, Direktur Penerbitan Galangpress Yogjakarta yang tengah menggelar doa Rosario. Puluhan orang itu membawa pentungan dan batu saat penyerangan terjadi. Dalam insiden itu, 3 orang terluka pada bagian kepala. Julius misalnya mengalami luka parah di bagian kepala dan tangan.

Sementara itu, seorang wartawan dari Kompas TV juga mengalami luka di bagian mata saat meliput bahkan kameranya dirampas kelompok tersebut. 2 korban lainnya bernama Nur Akhmad dan anak perempuan berumur 9 tahun.


Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri

Alokasi Bijak THR Masa Pandemi

Atasi Duka Sepeninggal Orang Tersayang

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam