Pasokan Gas Seret, Seratusan Industri Strategis Terancam Gulung Tikar

KBR68H, Jakarta - Seratusan industri strategis seperti petrokimia, pupuk, kaca dan keramik terancam gulung tikar kalau pemerintah tak bisa menjamin pasokan dan menstabilkan harga gas di dalam negeri.

NASIONAL

Selasa, 13 Mei 2014 15:42 WIB

Author

Irvan Imamsyah

Pasokan Gas Seret, Seratusan Industri Strategis Terancam Gulung Tikar

gas, industri, pasokan, kadin

KBR68H, Jakarta - Seratusan industri strategis seperti petrokimia, pupuk, kaca dan keramik terancam gulung tikar kalau pemerintah tak bisa menjamin pasokan dan menstabilkan harga gas di dalam negeri.

Wakil Ketua Komite Tetap KADIN Ahmad Wijaya mengatakan pemerintah harus memperhatikan masalah ini, karena ongkos produksi yang dikeluarkan kalangan industri terus bertambah seiring seretnya pasokan gas dalam negeri. Karena itu, KADIN mendesak agar pemerintah segera menerbitkan aturan untuk menjamin pasokan dan stabilitas harga gas untuk industri.

"Saat ini hampir 85 persen gas bumi. Sebagian disuntik dengan LNG yang FSRU-nya (Fasilitas regastifikasi pengolahan gas alam cair) Pulau Seribu kongsi Pertamina dengan PGN. Itu pun harga sudah kita bayar USD 10 per MMSCFD. Kalau kita betul-betul hanya pakai LNG, tak ada campuran gas bumi, maka akan masuk ke ranah harga USD 15 per MMSCFD. Itu suatu kenaikan signifikan, dan industri tak mampu untuk membeli dengan harga tersebut. Menaikkan ongkos produksi," jelas Ahmad Wijaya saat dihubungi KBR.

Wakil Ketua Komite Tetap KADIN Ahmad Wijaya menambahkan selama ini, pelaku industri terpaksa membeli gas dari luar negeri karena pasokan gas di dalam negeri terbatas. Kebutuhan gas industri yang bisa dipenuhi dari dalam negeri hanya 80 persen dari seluruh total gas yang dibutuhkan.

Selain masalah pasokan dan harga gas yang mahal, ongkos produksi industri strategis juga semakin mahal setelah pemerintah menaikkan tarif listrik industri dan menaikkan upah minimum provinsi.

Kini kebutuhan gas di dalam negeri mencapai 1.300 juta standar kaki kubik. Sementara pemerintah hanya mampu menyediakan sebanyak 1.030 juta standar kaki kubik. Diperkirakan sampai akhir tahun, kebutuhan akan gas mencapai 1.500 juta standar kaki kubik.

Editor: M Irham

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik