Kelanjutan Proyek Jembatan Selat Sunda Ditentukan Awal Bulan Depan

Nasib keberlanjutan proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) akan diputuskan awal Juni mendatang. Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tandjung (CT) masih memilah sejumlah proyek pembangunan yang bisa dikerjakan selama kurun lima bulan, sisa masa tugasnya se

NASIONAL

Jumat, 23 Mei 2014 18:35 WIB

Author

Irvan Imamsyah

Kelanjutan Proyek Jembatan Selat Sunda Ditentukan Awal Bulan Depan

jembatan, selat sunda

KBR, Jakarta – Nasib keberlanjutan proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) akan diputuskan awal Juni mendatang. Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tandjung (CT) masih memilah sejumlah proyek pembangunan yang bisa dikerjakan selama kurun lima bulan, sisa masa tugasnya sebagai menteri pengganti. 


Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan, Chairul Tanjung butuh waktu dua pekan untuk menetapkan prioritas kerjanya. Menurutnya, sejumlah proyek pembangunan yang masih dalam tahap perencanaan dan membutuhkan alokasi anggaran yang besar, akan disisihkan untuk pemerintahan baru mendatang. 


“JSS dia lagi lihat dulu. Ini bagaimana permasalahannya. Bisa tidak saya jalankan dalam lima bulan ini. Kalau ini tidak bisa, masih jauh ya sudah dia lepas. Kira-kira gitu. Pak CT bilang, dua minggu ini dia akan pelajari semua. Dua minggu sejak pelantikan. Dia akan pelajari yang pending-pending atau PR-PRnya. Nanti setelah dua minggu lapor ke pak presiden. Dia akan memilah yang mana yang akan dikerjakan,” jelas Armida di kantor KBR, Jakarta. 


Sebelumnya, Menko Bidang Perekonomian Chairul Tandjung (CT) memastikan diri meneruskan proyek jembatan selat sunda (JSS). Ia mengatakan, proyek JSS ini sudah didukung dengan peraturan presiden, sehingga pemerintah bisa segera membentuk badan otoritas atau badan pelaksana Jembatan Selat Sunda. Meski begitu, dia sendiri belum bisa memastikan apakah pembangunan proyek itu bisa dimulai sebelum masa pemerintahan SBY berakhir. 


Hingga kini banyak pihak berharap Menko Bidang Perekonomian yang baru mau membatalkan proyek yang masuk dalam program percepatan pembangunan atau MP3EI tersebut. Ketua Umum Asosiasi Pemilik Kapal Nasional (INSA)  Carmelita Hartoto, menteri koordinator baru belum mengetahui persis untung dan rugi dari pelaksanaan proyek ambisius tersebut. Menurutnya, Chairul Tandjung akan membatalkan proyek tersebut, setelah menghitung persis dampak dari proyek JSS. 


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun