KAU: Tanggungan Beban Utang Negara Rp 9 juta/Orang

Setiap warga Indonesia menanggung beban utang luar negeri sebesar sembilan juta rupiah.

NASIONAL

Jumat, 02 Mei 2014 13:26 WIB

Author

Nur Azizah

KAU: Tanggungan Beban Utang Negara Rp 9 juta/Orang

utang, beban, per orang, SBY

KBR68H, Jakarta- Setiap warga Indonesia menanggung beban utang luar negeri sebesar sembilan juta rupiah.

Program Officer Koalisi Anti Utang Dani Setiawan mengatakan mengatakan angka itu merupakan hasil dari pembagian jumlah utang luar negeri yang mencapai 2.400 triliun rupiah lebih dibagi dengan jumlah penduduk Indonesia.

"Ingin menggambarkan sebenarnya seberapa besar sih kalau setiap warga negara Indonesia itu menanggung beban utang pemerintah yang sebesar Rp 2.400an triliun? Jadi ya angkanya masih sekitar delapan-sembilan juta rupiah per orang. Tergantung tingkat pertumbuhan utang pemerintah setiap tahun. Ini walaupun meskipun ini tidak sama dengan setiap penduduk menanggung utang seperti itu. Tapi itu juga bagian dari simulasi kalau utangnya segini, ini kalau kita bagi dari 240an juta rakyat Indonesia dapat berapa? Sebenarnya kalau mau, sama-sama melunasi utang negara," kata Dani dalam program Sarapan Pagi KBR68H, Jumat (02/05).

Klaim penurunan utang luar negeri Indonesia yang disampaikan Presiden Yudhoyono patut diuji kembali. Sebelumnya dalam rapat Musrembang Nasional SBY mengklaim mampu mengurangi utang tersebut menjadi 7,8 persen dari utang sebelumnya yang tercatat sebesar 27 persen. SBY bahkan mengklaim Indonesia sudah keluar dari krisis ekonomi lantaran perekonomian Indonesia lebih maju dibanding sebelumnya.

Indonesia Budget Centre (IBC) menilai apa yang disampaikan SBY bertolak belakang dengan fakta dan data yang ada di Dirjen Utang Luar Negeri Kementerian Keuangan. IBC menduga Presiden punya hitungan sendiri mengenai angka kenaikan tersebut.


Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Keluarkan Biaya Sendiri untuk Visum

Tantangan Dalam Reintegrasi Eks-Napiter dan Orang Yang Terpapar Paham Radikalisme

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14