Juni, Kemenpan RB Sediakan 100 ribu Kursi CPNS

KBR, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Kemenpan-RB membuka seratusan ribu kursi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

NASIONAL

Senin, 05 Mei 2014 22:42 WIB

Author

Wiwik Ermawati

Juni, Kemenpan RB Sediakan 100 ribu Kursi CPNS

cpns, tes, kemenpan rb


KBR, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Kemenpan-RB membuka seratusan ribu kursi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Ratusan ribu kursi CPNS itu bakal ditempatkan disejumlah kementerian dan lembaga mulai Juni mendatang. (Baca: Pengakuan Pengguna Jasa Calo CPNS)

Juru bicara Kemenpan RB, Herman Suryatman mengatakan, sekitar 60 ribu kursi diberikan untuk CPNS dan sisanya 40 ribu kursi untuk posisi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sementara itu, sistem seleksi, Kemenpan RB bakal menggunakan sistem tes lewat komputer atau online. Sehingga hasil testnya bisa langsung keluar.

"Persiapan kita sudah koordinasi dengan Kemendikbud, dengan BKN. BKN kan punya kantor regional dan mudah-mudahan tidak akan ada kendala, semua sedang dipersiapkan. Sehingga nanti pelaksanaan pada bulan Juni-Juli semua peserta yang ikut seleksi ASN (Aparatur Sipil Negara) bisa mengikuti melalui sistem CAT.(Daerah mana saja yang belum siap, Papua?), mungkin diantaranya. Tapi sedang kami kaji mana kabupaten/kota yang dikecualikan menggunakan LJK lembar Jawaban Komputer," kata Herman saat dihubungi KBR (5/5)

Juru bicara Kemenpan RB, Herman Suryatman menambahkan, sistem online tersebut direncakan dapat dipakai di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini kemenpan RB  tengah mempersiapkan peralatan komputer tersebut ke daerah-daerah yang belum memilikinya. Namun intitusinya  tidak akan memaksakan sistem online ini jika di salah satu daerah belum siap menggunakannya.

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme