Indonesia Selenggarakan Festival Film Equator 2015

KBR, Jakarta

NASIONAL

Minggu, 25 Mei 2014 11:33 WIB

Author

Luviana

indonesia, festival, film

KBR, Jakarta – Industri film Indonesia makin menunjukkan prestasinya melalui beragam cara. Salah satunya yaitu dengan diadakannya The Equator Film Expo (EFX) yang akan digelar pada 27-30 Maret 2015.
 
EFX merupakan ajang festival film yang bertujuan mempromosikan film –film Indonesia dan  sebagai salah satu ajang untuk mempromosikan lokasi syuting di Indonesia.
 
EFX ini merupakan ajang festival film yang dipromosikan oleh produser film Perancis Guillaume Catala dan produser film Indonesia, Tedy Tricayono.
 
“Jadi selain menyelenggarakan festival film dan mempromosikan Indonesia sebagai lokasi Shooting,  pertemuan pada tanggal 27 hingga 30 Maret mendatang ini juga akan menjadi ajang bertemu dan melakukan konferensi tentang film,” kata Tedy Tricayono.

Mereka berharap dengan diselenggarakannya EFX, Indonesia menjadi pasar baru film di Asia. Ajang ini juga bisa digunakan untuk mempromosikan lokasi-lokasi syuting yang selalu menjadi daya tarik seperti di Ubud, Yogyakarta. Di tempat-tempat ini rencananya mereka juga akan mengadakan pertemuan-pertemuan yang membahas perkembangan film.

Catala menyatakan bahwa selama ini mereka melihat Indonesia banyak memproduksi film bagus namun belum terhubung dengan film-film bagus lain di Asia.
 
" Sinema Indonesia sebagian besar tidak diketahui , padahal memiliki banyak potensi di Asia Tenggara.”


Sumber: www.variety.com

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja