Indonesia Kekurangan Dokter di Daerah Terpencil

KBR, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengakui Indonesia saat ini mengalami keterbatasan tenaga medis terutama dokter di daerah-daerah terpencil.

NASIONAL

Rabu, 21 Mei 2014 14:46 WIB

Author

Ade Irmansyah

Indonesia Kekurangan Dokter di Daerah Terpencil

indonesia, dokter, terpencil

KBR, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengakui Indonesia saat ini mengalami keterbatasan tenaga medis terutama dokter di daerah-daerah terpencil.

Wakil Menteri Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mengatakan minimnya pemberian tunjangan dan dana insentif mengakibatkan pihaknya dan dinas-dinas kesehatan hanya bisa mengirim dokter yang akan menjalani pelatihan ke daerah terpencil.

Meskipun demikian pihaknya tengah mengupayakan cara terbaik agar tenaga-tenaga medis dengan suka rela mau ditempatkan di daerah-daerah terpencil.

“Tentu besok dengan pemerintah yang baru saya kira harusnya memang ada semacam terobosan yang baru. Tapi selama ini kita memberikan penugasan pada dokter untuk bekerja di daerah-daerah terpencil dan yang sangat terpencil, termasuk juga kita sekolahkan juga yang spesialis trus kita tempatkan juga ketika pada waktu proses pembelajarannya ataupun juga pada waktu sudah selesai untuk yang biayanya dari kementerian kesehatan nanti akan dikembalikan ke daerah asalnya,” ujarnya saat dihubungi KBR.

Ali Ghufron Mukti menambahkan dengan kebijakan baru tersebut diharapkan bisa mengikat dokter agar tidak menolak ketika ditempatkan di daerah terpencil.

DPRD Nunukan, Kalimantan Timur mencatat lebih dari 100 pasien di Rumah Sakit Umum (RSU) Nunukan dirujuk ke Rumah Sakit Tarakan dan Rumah Sakit Tawau Malaysia. Ini lantaran penanganan pasien di RSU Nunukan lamban dalam menangani pasien karena kekurangan dokter bedah dan anastesi.

Wakil Ketua DPRD Nunukan, Ruman Tumbo mengatakan minimnya dana  insentif dan letak geografis menjadi penyebab kekurangan tenaga dokter di sana.


Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Jokowi Perintah Menkes Segera Tetapkan Kriteria Pembatasan Sosial Berskala Besar