Cegah Korupsi, ICW Usul Bentuk Badan Penyelenggara Haji

LSM antikorupsi ICW mengusulkan pembentukan lembaga independen yang menyelenggarakan ibadah haji di Indonesia.

NASIONAL

Jumat, 23 Mei 2014 11:38 WIB

Author

Rio Tuasikal

Cegah Korupsi, ICW Usul Bentuk Badan Penyelenggara Haji

Korupsi Haji, Suryadharma Alie, Menteri Agama

KBR, Jakarta – LSM antikorupsi ICW mengusulkan pembentukan lembaga independen yang menyelenggarakan ibadah haji di Indonesia. Ini menyusul temuan korupsi penyelenggaran dana haji di Kementerian Agama oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Koordinator ICW, Ade Irawan, mengatakan lembaga independen itu nantinya harus diisi oleh orang-orang profesional. Menurut Ade Irawan kehadiran lembaga independen itu bakal mengurangi konflik kepentingan dan celah korupsi.

“Harus ada badan khusus. Saya kira tidak perlu (sampai) diswastanisasi. Bisa saja lembaga ini semi-negara tapi independen, dan diisi oleh orang yang profesional. Kalau yang sering dijadikan rujukan kan Tabung Haji Malaysia. Kita bisa saja bikin semacam itu, yang diisi orang yang punya kemampuan profesional mengelola (penyelenggaraan haji) ini,”ujar Ade Irawan dalam Sarapan Pagi KBR, Jumat (23/5) pagi.

Koordinator ICW, Ade Irawan juga mengusulkan pemisahan antara penyelenggara dan pengawas. Sebab selama ini kedua fungsi itu dilakukan oleh Kementerian Agama. Kata dia, usul ini sudah disampaikan pada DPR.

Korupsi dana haji di Kementerian Agama diselidiki KPK sejak Januari 2014. Dana haji diduga diselewengkan lewat pengadaan pemondokan dan katering peserta haji.(Baca: Babak Baru Kasus Korupsi Haji)

Kemarin, KPK menetapkan Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai tersangka.(Baca: Suryadharma Ali Tersangka Dugaan Korupsi Penyelenggaraan Haji ) KPK juga telah memintai keterangan Direktur Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu, Anggota DPR dari PKS Jazuli Juwaini, dan Anggota DPR dari PPP Hasrul Azwar.

Editor: Sutami

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 8

Mama 'AB': Mengikat Yang Tercerai

Gelar Konser Musik dan Seni Pertunjukan Offline. Apa Sudah Memungkinkan?