Bima Arya Minta Pejabat Pemkot Serahkan Laporan Harta Kekayan

KBR, Bogor - Tertangkapnya Bupati Bogor Rachmat Yasin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat kasus alih fungsi lahan di kawasan Bogor, Puncak dan Cianjur menjadi peringatan bagi penyelenggara pemerintahan di Bogor.

NASIONAL

Selasa, 13 Mei 2014 16:29 WIB

Author

Rafik Maeilana

Bima Arya Minta Pejabat Pemkot Serahkan Laporan Harta Kekayan

bima, laporan, kekayaan

KBR, Bogor - Tertangkapnya Bupati Bogor Rachmat Yasin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat kasus alih fungsi lahan di kawasan Bogor, Puncak dan Cianjur menjadi peringatan bagi penyelenggara pemerintahan di Bogor.

Karena tidak ingin bernasib sama seperti di Kabupaten Bogor, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta seluruh pejabat eselon dua dan tiga untuk membuat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan diserahkan ke KPK. Hal ini dilakukan agar para pejabat di lingkungan Pemkot Bogor tidak terlibat korupsi.

"Saya meminta kepada pejabat eselon dua sebagaimana yang sudah diamanatkan undang-undang untuk segera memberikan LHKPN ke KPK. Saya dengan pak wakil akan mengawalinya lebih dulu," katanya saat ditemui di Balaikota Bogor, Senin (13/5).

Bima menambahkan, para pejabat sendiri diberikan waktu selama 2 minggu untuk memberikan laporan itu. Ia juga akan segera menerbitkan Surat keputusan walikota agar pejabat eselon tiga juga bisa diwajibkan untuk membuat LHKPN.

Sementara terkait dengan penangkapan Rachmat Yasin oleh KPK, Bima berperndapat ini adalah sebuah peringatan dini bagi para pejabat di Kota Bogor.

"Tentunya apa yang terjadi di kabupaten saya kira menjadi sebuah pelajaran buat kita," pungkasnya.


Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10