Bayar Ganti Rugi, PT Minarak Lapindo Tawarkan Opsi Pembayaran

KBR, Jakarta - PT Minarak Lapindo Jaya mengaku tidak sanggup melunasi kewajibannya terhadap 3000-an korban lumpur Lapindo yang jatuh tempo pada akhir Juni nanti.

NASIONAL

Kamis, 29 Mei 2014 13:41 WIB

Author

Nur Azizah

Bayar Ganti Rugi, PT Minarak Lapindo Tawarkan Opsi Pembayaran

lumpur lapindo, lumpur sidoarja, minarak lapindo, ganti rugi, korban lumpur

KBR, Jakarta - PT Minarak Lapindo Jaya mengaku tidak sanggup melunasi kewajibannya terhadap 3000-an korban lumpur Lapindo yang jatuh tempo pada akhir Juni nanti.

Menurut Direktur Utama PT Minarak Lapindo Jaya, Andi Darussalam, pihaknya akan menemui pemerintah untuk membahas persoalan ini pekan depan. Dalam pertemuan itu, PT Minarak akan mengusulkan sejumlah permintaan guna melunasi tunggakan.(Baca:Harapan Warga Korban Lapindo pada Jokowi)

"Kendala keuangan itu masih belum bisa kami atasi walaupun tenggat waktu itu sampai dengan 31 Juni. Kemarin saya sudah bertemu dengan Ketua BPLS bapak Sunarso, kami telah berbincang. Apa saja yang coba kami lanjutkan untuk bia agar penyelesaian itu berjalan dengan baik, berjalan dengan cepat. Dan pak Narso saat sekarang ini sudah minta waktu kepada menteri PU. Mudah mudahan minggu depan kami bisa melakukan pertemuan," kata Andi kepada KBR, Kamis (29/05).

Saudara, sebelumnya Ketua Dewan Pengarah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) sekaligus Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengatakan pihaknya sudah berkali-kali menekan pihak Lapindo untuk membayar ganti rugi korban terdampak lumpur Lapindo sesuai dengan peta area terdampak.

Apabila hingga awal Juni belum ada pembayaran, Djoko akan melaporkan Lapindo Brantas Inc kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia menegaskan, putusan Mahkamah Konsitusi itu jelas mendesak Lapindo menanggung penuh ganti rugi korban sesuai dengan peta area terdampak.

Editor: Rony Rahmatha

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri