Baru 120 Kota yang Punya Perda Kawasan Tanpa Rokok

KBR, Jakarta - Konferensi Nasional Pengendalian Tembakau mendesak pemerintah daerah memberlakukan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

NASIONAL

Sabtu, 31 Mei 2014 19:38 WIB

Author

Ninik Yuniati

Baru 120 Kota yang Punya Perda Kawasan Tanpa Rokok

kawasan tanpa rokok, kota, tembakau, Abdilah Ahsan

KBR, Jakarta - Konferensi Nasional Pengendalian Tembakau mendesak pemerintah daerah memberlakukan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).


Delegasi Konferensi dari Universitas Indonesia, Abdilah Ahsan mengatakan, dari sekitar 500 kabupaten/kota di Indonesia, baru sekitar 120 kota yang memiliki peraturan daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok.


Dari jumlah tersebut, ia mencatat, tidak sampai lima kota yang benar-benar telah memberlakukannya. Abdilah menyebut Bogor sebagai kota yang dinilai cukup baik dalam menerapkan Kawasan Tanpa Rokok.


"Kota Bogor, bagus, karena dia sering ditegakkan, jadi ada tipiring-tipiring. Jadi dia bikin tenda, jangan dilihat bahwa dia nangkepin orang, tapi kan ada dampak shock ya. Bahwa orang menjadi takut, ini menjadi hal yang enggak benar. Bahkan kan banyak yang merokok dan diputuskan bayar denda," kata Abdilah Ahsan, di acara ICTOH, di Kuningan, Jakarta, Sabtu (31/5). 


Delegasi Konferensi Nasional Pengendalian Tembakau dari Universitas Indonesia, Abdilah Ahsan menambahkan, pemerintah semestinya memberi sanksi tegas pada pengelola kawasan komersial yang melanggar larangan Kawasan Tanpa Rokok.


Selain itu, ia meminta pemerintah melarang perusahaan rokok beriklan seperti yang sudah diterapkan Amerika Serikat. Di sana, kata dia, iklan rokok telah dilarang sejak tahun 70an.



Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror