Pemahaman Masyarakat tentang HIV AIDS Masih Kurang

KBR68H, Jakarta - Perilaku diskriminatif terhadap pasien dengan HIV/AIDS atau ODHA disebabkan oleh pemahaman yang kurang.

NASIONAL

Selasa, 28 Mei 2013 08:47 WIB

Author

Bambang Hari

Pemahaman Masyarakat tentang HIV AIDS Masih Kurang

hiv aids, pemahaman, odha, masih kurang, jakarta

KBR68H, Jakarta - Perilaku diskriminatif terhadap pasien dengan HIV/AIDS atau ODHA disebabkan oleh pemahaman yang kurang. Manajer Yayasan Inter Medika, Sumedi Ryan Hutagalung mengatakan, secara umum pasien ODHA masih sulit untuk diterima oleh masyarakat. Sebab masih banyak masyarakat yang belum mengetahui informasi terkait dengan virus HIV/AIDS itu sendiri.

"Menurut saya, itu disebabkan oleh ketidaktahuan mereka tentang HIV/AIDS. Itu bisa juga disebabkan oleh tidak adanya penerimaan tentang keragaman gender. Dan masih banyak juga petugas rumah sakit yang masih belum paham tentang HIV/AIDS ini. Seharusnya apabila rumah sakit yang bersangkutan menolak untuk menangani pasien ODHA, dirujuk saja ke rumah sakit atau pusat kesehatan masyarakat yang lain," katanya kepada KBR68H.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah menggalang penyuluhan tentang penyebaran virus HIV/AIDS. Tujuannya, supaya masyarakat memahami penyebaran virus itu dan bisa menerima pasien ODHA untuk hidup di tengah-tengah mereka.

Sebelumnya, ODHA di Lampung masih mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan sampai diskriminasi dari petugas kesehatan setempat.

Salah satu ODHA,  Mariana mengaku  hal itu  terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Muluk Bandar Lampung. Oleh sebab itu, kata dia, ODHA kerap merasa putus asa saat mencari pelayanan kesehatan. Sementara itu, Asosiasi Serikat ODHA berdaya (SOBER) mencatat orang yang terinveksi HIV/AIDS di Lampung saat ini mencapai 500 orang. Penularan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini banyak terjadi pada ibu rumah tangga dan remaja.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Belgia Kewalahan Hadapi Gelombang Pandemi

Penerimaan Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 Masih Rendah

Ronde 6 - Petani Tembakau

Kabar Baru Jam 8