Gubernur BI: BBM Naik, Nilai Tukar Rupiah Bakal Menguat

Bank Indonesia memperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat setelah harga BBM bersubsidi dinaikkan. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, nilai tukar rupiah akan menguat di kisaran Rp. 9.500 sampai 9.700 per dolar Amerika Serikat. Kata d

NASIONAL

Senin, 27 Mei 2013 15:22 WIB

Author

Khusnuh Khotimah

Gubernur BI: BBM Naik, Nilai Tukar Rupiah Bakal Menguat

Gubernur BI, BBM, Tukar Rupiah

KBR68H, Jakarta - Bank Indonesia memperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat setelah harga BBM bersubsidi dinaikkan.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, nilai tukar rupiah akan menguat di kisaran Rp. 9.500 sampai 9.700 per dolar Amerika Serikat. Kata dia, kenaikan harga BBM bersubsidi akan mendorong transaksi keuangan internasional. Selain itu, aliran modal masuk diperkirakan semakin besar didorong oleh meningkatnya persepsi positif terhadap prospek ekonomi di Indonesia.

“Terkait dengan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika, selama triwulan pertama 2013, rupiah masih mengalami tekanan depresiasi, meskipun lebih moderat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Sejalan dengan berjalan aliran modal masuk, ada pun sumber terhadap tekanan terhadap rupiah selain berasal dari perkembangan ekonomi makro global yang belum membaik juga berasal dari berlanjutnya tekanan defisit transaksi berjalan,“ kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menambahkan, meski kenaikan harga BBM bersubsidi menguatkan nilai tukar rupiah, namun inflasi bisa melambung tinggi. Meski demikian, BI mengaku sudah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mengantisipasi inflasi saat BBM jadi dinaikkan, misalnya dengan kebijakan nilai tukar atau juga menaikkan suku bunga acuan.

BI mempekirakan jika harga BBM naik, inflasi akan melonjak hingga 7,2-7,7 persen di akhir tahun. Namun jika BBM tak jadi naik, inflasi tetap melonjak hingga 5,5 persen. Sebelumnya, Pemerintah merevisi asumsi inflasi di APBN Perubahan 2013 dari yang sebelumnya 4,3 persen menjadi 7,2 persen.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10