Ekowisata Lindungi Pulau Terluar Dari Ancaman Asing

Pengembangan ekowisata di pulau-pulau terluar Indonesia dinilai dapat membantu pengamanan perbatasan dari ancaman asing.

NASIONAL

Jumat, 10 Mei 2013 13:36 WIB

Author

Sasmito

Ekowisata Lindungi Pulau Terluar Dari Ancaman Asing

Ekowisata, Ancaman Asing, Kehati

KBR68H,Jakarta - Pengembangan ekowisata di pulau-pulau terluar Indonesia dinilai dapat membantu pengamanan perbatasan dari ancaman asing.

Program Officer Ekosistem dan Pulau Kecil LSM Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) Basuki Rachmad mengatakan, selama ini pulau terluar yang jarang dikunjungi rawan dimanfaatkan oleh pihak asing. Kata Basuki, salah satu contoh ekowisata yang berhasil yaitu ekowisata yang dikembangkan di Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara.

“Dari sisi Kehati tentu saja ini salah satu pemanfaatan keanekaragaman air di Indonesia yang kaya. Ini malah ada bonus ekowisata ini sehingga banyak pengunjung datang kesana memberikan manfaat ekonomi. Tentu saja ini pulau luar, jadi konteks NKRI. Jadi banyak orang datang kesana. Selama ini pulau terluar jarang diperhatikan,” ujar Basuki saat dihubungi KBR68H.

Program Officer Ekosistem dan Pulau Kecil LSM KEHATI Basuki Rachmad menambahkan, selain potensi keamanan, ekowisata juga mampu memberikan sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya ke depan program ekowisata dapat dikembangkan ke berbagai daerah Indonesia yang memiliki kekayaan hayati. Sehingga peningkatan ekonomi masyarakat tidak hanya fokus ke pertambangan yang cenderung merusak lingkungan.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Belgia Kewalahan Hadapi Gelombang Pandemi

Penerimaan Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 Masih Rendah

Ronde 6 - Petani Tembakau

Kabar Baru Jam 8