Cegah Fotocopy, Kemendagri Sebar Belasan Ribu Card Reader

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengklaim telah menyebarkan 13 ribuan alat pembaca chip KTP elektronik (card reader) ke instansi pemerintahan dan daerah. Alat tersebut dapat digunakan untuk membaca data kependudukan yang tersimpan di dalam e

NASIONAL

Rabu, 08 Mei 2013 18:21 WIB

Author

eli kamilah

Cegah Fotocopy, Kemendagri Sebar Belasan Ribu Card Reader

kemendagri, ektp, card reader, gamawan fauzi

KBR68H, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengklaim telah menyebarkan 13 ribuan alat pembaca chip KTP elektronik (card reader) ke instansi pemerintahan dan daerah. Alat tersebut dapat digunakan untuk membaca data kependudukan yang tersimpan di dalam eKTP. Pasalnya, duplikasi eKTP berulang-ulang dapat membuat chip yang berada di dalamnya rusak.

“Semua instansi pemerintah harus menyiapkan card readernya, kalau masih berlaku fotokopi seperti itu, buat apa ada chip. Chip itu kaya ATM, ATM kan tidak di fotokopi juga tetapi kok ngga ada ribut. Untuk menguji keabsahannya pake card reader, nah kita minta instansi pemerintah untuk menyiapkan itu," kata Gamawan di kantor Presiden, Rabu (8/5).

Mendagri Gamawan Fauzi mengaku, belum punya tenggat waktu kapan pengadaan mesin pembaca eKTP rampung. Sebab, pengadaan mesin tersebut diserahkan kepada setiap instansi pemerintah, sehingga kebutuhannya disesuaikan dengan instansi pemerintahan tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan surat imbauan yang berisi tentang larangan duplikasi eKTP. Sebab, duplikasi eKTP berulang-ulang dapat membuat chip yang berisi data diri pemilik rusak. Imbauan ini kemudian menuai pertentangan dari masyarakat lantaran untuk kebutuhan administrasi sehari-hari diperlukan duplikasi KTP.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17