Bagikan:

Wapres: Prevalensi Stunting Turun 6 Persen 3 Tahun Terakhir

"Kita menyambut gembira hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, yang menunjukkan keberhasilan penurunan stunting dalam 3 tahun terakhir, yaitu dari 30,8 persen tahun 2018 menjadi 24,4 persen"

NASIONAL

Senin, 04 Apr 2022 19:58 WIB

Wapres: Prevalensi Stunting Turun 6 Persen 3 Tahun Terakhir

Wapres Ma'ruf Amin. (Foto: Youtube Setwapres)

KBR, Jakarta- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan, pemerintah berhasil menekan angka prevalensi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak atau stunting pada balita Indonesia, hingga turun 6 persen, dalam tiga tahun terakhir.

Menurutnya, penurunan ini terjadi berkat Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting (Stranas Stunting) yang dijalankan sejak 2018.

"Batas toleransi yang ditetapkan WHO adalah di bawah 20 persen. Kita menyambut gembira hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, yang menunjukkan keberhasilan penurunan stunting dalam 3 tahun terakhir, yaitu dari 30,8 persen tahun 2018 menjadi 24,4 persen tahun 2021," kata Ma'aruf dalam dialog FMB9 di Jakarta, Senin (4/4/2022).

Ma'ruf Amin mengatakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah untuk menekan kasus stunting ini.

Pemerintah, lanjutnya, menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang.

"Untuk itu, telah ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Perpres ini mengadopsi Stranas Stunting yang sudah ada, serta memberikan penguatan pada beberapa aspek pokok," ungkap orang nomor dua di Indonesia ini.

Baca juga: 1.367 Anak Mengalami Stunting di Semarang

Ma'ruf Amin menjelaskan, sebagai langkah percepatan penurunan stunting pemerintah memperkuat aspek kelembagaan dengan membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat pusat hingga desa.

"Di tingkat pusat, Wakil Presiden menjadi Ketua Pengarah dan Kepala BKKBN menjadi Ketua Pelaksana yang bertugas mengkoordinasikan percepatan penurunan stunting, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasinya," jelasnya.

Selanjutnya TPPS kemudian mengambil langkah intervensi spesifik dan sensitif atas kelompok sasaran yang telah ditetapkan.

"Perpres juga mengamanatkan untuk menggunakan pendekatan keluarga dalam pelaksanaan program, guna memastikan seluruh intervensi diterima oleh keluarga sasaran prioritas," ungkap Ma'ruf Amin.

Terakhir, tambah Ma'ruf, pemerintah secara berkesinambungan melakukan pemantauan dan evaluasi program yang dijalankan agar lebih efektif menekan angka prevalensi stunting pada balita di Indonesia.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Season 5 - Eps. 8 Chico