Bagikan:

Survei: Minyak Goreng Buat Jokowi Kehilangan Kepercayaan Warga

"Ini kemungkinan besar dipicu oleh isu kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng terutama, yang hampir semua warga mengalaminya,"

NASIONAL

Rabu, 27 Apr 2022 07:39 WIB

Author

Heru Haetami

Warga antre minyak goreng curah di salah satu toko di Kelurahan Kemandungan, Tegal, Jateng, Senin (2

Warga antre minyak goreng curah di salah satu toko di Kelurahan Kemandungan, Tegal, Jateng, Senin (25/4/2022). (Antara/Oky Lukmansyah)

KBR,Jakarta-  Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia menyebut evaluasi warga terhadap kinerja Presiden Joko Widodo semakin merosot.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, warga menilai kondisi nasional secara umum mengalami penurunan cukup besar dalam dua bulan terakhir.

"Evaluasi atas kondisi ekonomi nasional, politik nasional, penegakan hukum, keamanan dan pemberantasan korupsi, semua mengalami penurunan persepsi positif dan atau sebaliknya mengalami peningkatan persepsi negatif," kata Burhanuddin, Selasa (26/4/2022).

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi pada April berada pada angka 59,9 persen atau anjlok ketimbang Januari 2022, yakni sebesar 75,3 persen.

Baca juga:

Survei LSI: Intoleransi di Era Jokowi Masih Tinggi

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2021 Naik Satu Peringkat. Apa Penyebabnya?


Selain itu, kata Burhan, secara langsung isu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok juga menjadi alasan utama mengapa warga tidak puas atas kinerja Joko Widodo sebagai kepala negara.

Kata dia, isu ini juga menjadi sorotan utama warga nasional sebagai masalah paling mendesak yang harus segera mendapat solusi, sekitar 36-37 persen.

"Ini kemungkinan besar dipicu oleh isu kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng terutama, yang hampir semua warga mengalaminya, lebih dari 80 persen. Namun demikian situasinya tampak jauh lebih kompleks dari hanya sekedar isu kenaikan harga kebutuhan pokok yang terutama dipicu oleh kasus minyak goreng," katanya.

Survei dilakukan dengan metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?