Saham Syariah, Instrumen Investasi Halal dan Amanah

Cermati emiten yang berkah dan potensial cuan

Jumat, 08 April 2022

KBR, Jakarta - Momen Ramadan biasanya memantik semangat baru untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Ini bisa jadi waktu yang tepat untuk beraktivitas ekonomi yang sesuai tuntutan agama. 

Soal pilihan investasi, misalnya, boleh kok nyobain nyemplung di pasar modal dan ikut ngoleksi saham. 

Sebab, menurut Founder Komunitas Syariah Saham Asep Muhammad Saepul Islam atau Mang Amsi banyak perusahaan masuk dalam daftar saham syariah di Bursa Efek Indonesia.

“Masuk Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Sekarang itu jumlahnya 470-an dibanding total saham sekitar 770 (saham konvensional). Jadi sudah lebih dari sekitar 60%, saham di Indonesia itu syariah,” katanya.

Guru Man 3 Cianjur, Jawa Barat ini juga mengatakan ada sederet keuntungan yang bisa didapat investor jika menanamkan modalnya di saham syariah. 

“Keuntungan investasi saham syariah itu kalau disingkat: ABCDEFGH. Yaitu, Amanah, Berkah, Capital Gain, Dividen, Efisien, Filantropis, Growth, dan pastinya Halal," ujar Mang Amsi.

Baca juga: Cuan dan Berkah dengan Investasi Syariah

Mang Amsi sebut lebih dari setengah saham yang listing di BEI sudah masuk daftar saham syariah. (Dok: Pribadi)

Jika jeli, Ramadan bisa dimanfaatkan untuk mengoleksi saham yang berpotensi cuan. Investor harus memerhatikan barang apa yang tren sejak puasa hingga jelang Lebaran.

“Misalnya biasanya orang beli ayam, di Indonesia itu direspon saham-saham ayam mulai naik. Kemudian menjelang Lebaran, biasanya saham-saham retail. Apalagi kalau PPKM sudah dibuka, mal mulai dibuka,” ujarnya.

Simak obrolan lengkap Reski Messanto bersama Founder Syariah Saham, Asep Muhammad Saepul Islam atau Mang Amsi membahas saham syariah di Uang Bicara episode Saham Syariah, Instrumen Investasi Halal dan Amanah di KBR Prime, Spotify, Google Podcast, dan platform mendengarkan podcast lainnya.