Bagikan:

Perisai Menangkal Lonjakan COVID-19 Usai Mudik Lebaran

Berbagai upaya juga dilakukan pemerintah untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19. Termasuk Razia acak status vaksinasi dari para pemudik.

NASIONAL

Selasa, 19 Apr 2022 22:20 WIB

Author

Muthia Kusuma

Mudik lebaran 2022

Calon penumpang mengangkat barangnya di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (19/4/2022).(FOTO:ANTARA/Abriawan Abhe).

KBR, Jakarta - Kasus harian positif COVID-19 di tanah air cenderung menunjukan tren penurunan sejak Maret lalu. 

Pekan ini penambahan kasus positif baru bahkan mencapai kurang dari 600 kasus perhari. 

Kasus positif aktif secara nasional juga turun menjadi sekitar 50 ribu kasus. Padahal, pada periode puncak gelombang ketiga pada Februari lalu, kasus aktif total mencapai tiga kali lipat.

Pemerintah pun melonggarkan aktivitas masyarakat, termasuk mengizinkan mudik lebaran dengan syarat sudah vaksin booster, atau untuk remaja dan anak-anak minimal dua kali vaksin. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengklaim 99 persen lebih masyarakat sudah terbentuk antibodi.

"Jadi akhirnya diputuskan oleh bapak presiden, iya anak-anak remaja kalau mau mudik belum di booster nggak papa, nggak usah dites antigen. Jadi bisa mendampingi orang tuanya untuk mudik tanpa perlu tes PCR atau antigen, asal vaksinasinya sudah dua kali. Jadi ini hadiah dari beliau kepada anak-anak kita yang keluarganya mau menikmati mudik ini dengan lebih baik lagi," kata Budi dalam keterangan pers PPKM, Selasa (18/4/2022).

Baca juga:

    Pemerintah juga menyinggung capaian vaksinasi COVID-19 di Indonesia saat ini yang sudah menjangkau hampir 200 juta masyarakat. Lebih dari 390 juta dosis vaksin diberikan dalam kurun waktu 15 bulan terakhir.

    Meski aktivitas dilonggarkan, pemerintah tetap meminta masyarakat waspada. Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Suharyanto meminta warga tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

    "Sudah tiga kali puasa kita jalani bersama pandemi. Begitu banyak pengorbanan, termasuk menunda rencana mudik. Tahun ini kita boleh kembali silaturahmi pada hari Idulfitri. Asal tetap memakai masker, menjaga jarak, rajin cuci tangan. Sempurnakan perlindungan dengan vaksinasi lengkap dan booster. Saya percaya masyarakat semakin patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan 2 tahun pandemi telah membuat kita belajar dan tahu cara mencegah penularan Covid-19. Termasuk mudik yang bertanggung jawab yakni dalam kondisi sehat dan telah menjalani vaksinasi," kata Suharyanto di kanal YouTube BNPB (11/4/2022).

    Berbagai upaya juga dilakukan pemerintah untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19. Termasuk Razia acak status vaksinasi dari para pemudik. 

    Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, pengecekan acak status vaksinasi akan disediakan bagi pengguna kendaraan, baik kendaraan pribadi roda dua dan empat hingga pengguna kendaraan umum.

    "Jadi sekali lagi, jangan menunggu dicek, jangan menunggu untuk diawasi, tapi tolong lakukanlah sebagai bagian dari kesadaran pribadi dan perlindungan diri. Nantinya kita tentu akan memberikan layanan vaksinasi maupun tes antigen itu bagi masyarakat, yang memang ternyata belum melakukan vaksinasi. Jadi kami menyediakan layanan tersebut baik itu di terminal maupun di posko-posko," ujar Adita saat dihubungi KBR, Minggu (17/4/2022).

    Adita berharap masyarakat segera melengkapi persyaratan vaksinasi dua dosis dan juga penguat atau booster sebelum pergi mudik.

    Tak hanya itu. Pemeriksaan status vaksinasi bahkan dimulai sejak pembelian tiket mudik. Di Balikpapan, Kalimantan Timur, otoritas pelabuhan mensyaratkan vaksinasi untuk pembelian tiket kapal.

    Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan, M Takwim Masuku mengatakan, warga yang tidak memenuhi syarat vaksinasi, tidak akan dilayani petugas loket tiket.

    "Pastikan vaksin booster, yang belum booster berarti vaksin dua kali harus PCR sama antigen, yang vaksin satu kali wajib PCR. Itu akan dikontrol pengawasan di pelabuhan pada saat penumpang berangkat dan itu diawasi sejak penjualan tiket. Jadi pembelian tiket sudah harus memenuhi syarat perjalanan semua, baru (operator) bisa jual itu tiket. Itu sudah kami sampaikan ke empat operator,” ujarnya, Senin (18/4/2022).

    Dengan cara ini, maka calon pemudik yang belum vaksin diarahkan untuk mengikuti vaksinasi di sentra vaksinasi TNI dan kantor kesehatan pelabuhan.

    Menurut data survey Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik nasional pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 85 juta orang.

    Baca juga:

    Editor: Agus Luqman

    Kirim pesan ke kami

    Whatsapp
    Komentar

    KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

    BERITA LAINNYA - NASIONAL

    Kabar Baru Jam 7

    Antisipasi Bencana Alam di Akhir Tahun

    Kabar Baru Jam 8

    Kabar Baru Jam 10

    Kabar Baru Jam 11

    Most Popular / Trending