Bagikan:

Penyaluran BLT Minyak Goreng Lewat PT Pos, Himbara dan TNI-Polri

"Ke depan kita jaga dengan penebalan Perlinsos. Ada BLT pangan Rp100.000 per KPM, selama tiga bulan yakni April, Mei, Juni yang diberikan sekaligus pada April. Ini untuk 20,5 juta KPM."

NASIONAL

Senin, 04 Apr 2022 11:49 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustras: Dinas Perdagangan menempel surat edaran harga minyak goreng kemasan di Kota Kediri Jawa Ti

Ilustras: Dinas Perdagangan menempel surat edaran harga minyak goreng kemasan di Kota Kediri Jawa Timur. Kamis (17/3/2022). (Foto: ANTARA/Prasetia Fauzan)

KBR, Jakarta— Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyatakan, pemerintah berjanji akan memberikan Rp100.000 selama tiga bulan berturut-turut untuk Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH). 

BLT ini merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk memberikan keringanan bagi masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan minyak goreng.

"Ke depan kita jaga dengan penebalan Perlinsos. Ada BLT pangan Rp100.000 per KPM, selama tiga bulan yakni April, Mei, Juni yang diberikan sekaligus pada April. Ini untuk 20,5 juta KPM," kata Febrio pada acara Indonesia Macroeconomic Updates 2022, Senin (4/4/2022).

Baca Juga:

Menurut Febrio, bantuan itu akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia berupa sembako dan Himpunan Bank Negara kepada penerima manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH).

"Seperti BLT minyak goreng yang sudah disiapkan dan disampaikan Pak Presiden, kita amankan dan segera kita laksanakan. Khususnya dalam bulan Ramadan supaya masyarakat tidak terlalu khawatir dan daya beli masyarakat tetap dijalankan," sambungnya.

Selain itu, kata dia, BLT minyak goreng ini juga akan diberikan kepada 2,5 juta Pedagang Kaki Lima (PKL) makanan. Sama dengan KPM, Kemenkeu mematok total bantuan itu sebesar Rp300.000 selama tiga bulan.

"Mekanisme penyalurannya melalui PT Pos Indonesia, lalu ada juga melalui TNI/Polri. KPA-nya ada juga melalui Kemensos dan TNI Polri. Ini yang kita bisa langsung lakukan, dan ini adalah salah satu bukti bagaimana APBN itu bisa melakukannya dengan cepat dan fleksibel," ujarnya.

Pemberian BLT ini merupakan bagian dari realisasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam catatannya, hingga 25 Maret 2022 Pemerintah telah menyalurkan sebesar Rp22,6 triliun. Angka itu sebesar 5 persen dari alokasi yang ada, yakni Rp455,63 triliun.

Jika dirinci, realisasi yang sudah berjalan itu yakni, pertama, penyaluran di bidang kesehatan Rp0,8 triliun, mencakup fasilitas kepabeanan vaksin dan alat kesehatan. Kedua, perlindungan masyarakat Rp21,2 triliun mencakup PKH, sembako, BLT Desa, dan kartu prakerja.

Ketiga, penguatan pemulihan ekonomi Rp0,6 triliun meliputi pariwisata dan pangan, dan insentif perpajakan.

"Realisasinya cukup menggembirakan dan ada peluang untuk percepatan dan bahkan kita juga melakukan penebalan. Seperti BLT minyak goreng yang sudah disiapkan dan disampaikan Pak Presiden, kita amankan dan segera kita laksanakan. Khususnya dalam bulan Ramadan supaya masyarakat tidak terlalu kawatir dan saya beli masyarakat terap dijalankan," paparnya.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Edu Talk IV YPA-MDR: Go Digital Melalui Media Ajar Interaktif