Bagikan:

Pemerintah Tambah Buka Bandara Demi Naikkan Kapasitas Penerbangan Internasional

"Untuk itu pemerintah akan melakukan langkah-langkah antara lain membuka bandara internasional di antaranya Yogyakarta, Medan, Makassar, Pekanbaru. Selain itu kebijakan visa akan terus direlaksasi"

NASIONAL

Senin, 04 Apr 2022 20:16 WIB

Pemerintah Tambah Buka Bandara Demi Naikkan Kapasitas Penerbangan Internasional

Ilustrasi PPLN yang baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Pemerintah akan memberikan relaksasi bagi PPLN yang datang ke Indonesia. (Foto: Antara/M. Iqbal)

KBR, Jakarta - Indonesia akan melakukan relaksasi untuk menaikkan kapasitas penerbangan internasional yang masih jauh dari normal sebelum pandemi covid-19.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, relaksasi itu seperti membuka kembali sejumlah bandara internasional. Luhut juga mengklaim, pandemi covid-19 di Indonesia semakin terkendali.

"Untuk itu pemerintah akan melakukan langkah-langkah antara lain membuka bandara internasional di antaranya Yogyakarta, Medan, Makassar, Pekanbaru. Selain itu kebijakan visa akan terus direlaksasi mendekati aturan sebelum pandemi," kata Luhut saat konferensi pers secara daring di Jakarta, Senin (4/4/22).

Luhut melanjutkan, Pemerintah Indonesia juga akan memberikan relaksasi atau pelonggaran entry test Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang masuk ke Indonesia.

Dengan begitu, kata dia, jumlah penerbangan yang masuk ke Indonesia dapat meningkat tanpa menyebabkan penumpukan di bandara.

"Rincian terkait aturan ini bakal tertuang dalam Surat Edaran Satgas yang akan segera dikeluarkan," katanya.

Luhut menyebut kondisi pandemi Covid-19 yang didominasi varian omicron di Indonesia saat ini terkendali.

"Secara nasional, jumlah penambahan kasus harian sudah turun hingga 97 persen dari puncak lonjakan akibat varian Omicron," kata dia.

Baca: Bebas Karantina dan Visa Kunjungan Tingkatkan Minat Wisatawan Asing

Sementara, kasus aktif secara nasional juga turun hingga 83 persen dibandingkan puncak Omicron, sehingga saat ini jumlah kasus aktif sudah berada di bawah 100 ribu.

"Jumlah pasien awat inap rumah sakit juga menurun hingga 85 persen sehingga tingkat keterisian rumah sakit atau BOR saat ini hanya 6 persen," jelas Koordinator PPKM Jawa-Bali ini.

Luhut menambahkan, positivity rate Indonesia sudah di bawah standar WHO yaitu 4 persen dan angka kematian pasien Covid-19 yang juga menurun hingga 88 persen dibandingkan puncak Omicron.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih