Bagikan:

Lahan Mangrove Berkurang Puluhan Ribu Hektare per Tahun

"Berdasarkan hasil penelitian, luasan hutan mangrove dari tahun ke tahun mengalami degradasi. Ini proyeksi sampai dengan 2030 pada skenario gross deforestasi, rata-rata 26.100 per tahun."

NASIONAL

Senin, 18 Apr 2022 14:04 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Aktivis lingkungan dan FJL Aceh membawa bibit mangrove di lokasi pembibitan Desa Gampong

Ilustrasi: Aktivis lingkungan dan FJL Aceh membawa bibit mangrove di lokasi pembibitan Desa Gampong Baroe, Aceh Jaya. Sabtu (5/3/22). (Foto: Irwansyah)

KBR, Jakarta— Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BGM) Hartono memproyeksi luasan mangrove atau hutan bakau dari tahun ke tahun akan mengalami degradasi, bahkan hingga puluhan ribu hektare.

"Berdasarkan hasil penelitian, luasan hutan mangrove dari tahun ke tahun mengalami degradasi. Ini proyeksi sampai dengan 2030 pada skenario gross deforestasi, rata-rata 26.100 per tahun. Pada 2024 diperkirakan akan terjadi kehilangan mangrove seluas 104.450 hektare, dan pada 2030 sebesar 261.000 hektare," ujarnya dalam Workshop Blue Carbon dalam Pembangunan Blue Economy dan Pencapaian Target NDC.

Baca juga:
Punya Potensi Besar Serap Karbon, KLHK Optimalkan Kawasan Pesisir untuk Ekonomi Biru 
Menteri Airlangga: Pembiayaan Ekonomi Hijau Tak Hanya dari APBN, tapi Juga Filantropi

Berkurangnya luasan mangrove terjadi bukan tanpa alasan. Menurut Hartono, ada beberapa lahan mangrove yang diubah menjadi pemukiman dan perindustrian. Selain itu, terdapat beberapa kawasan mangrove yang berada di kawasan Hak Pengelolaan (HPL).

"Yang di HPL ini sesuai dengan tata ruangnya, karena kita belum punya regulasi seperti gambut di mana ada gambung lindung dan budidaya. Yang di mangrove ini kita sedang menyiapkan regulasinya sehingga semua stakeholders yang memangku kawasan mangrove ini mengikuti kaidah-kaidah pengelolaan mangrove," paparnya.

Saat ini, Indonesia memiliki 3,36 juta hektare lahan mangrove dan 3 juta hektare padang lamun. Merujuk pada catatannya, cadangan karbon mangrove dan padang lamun sebesar 3,4 gigaton atau sekitar 17 persen dari total cadangan blue carbon dunia.

Kata dia, total cadangan karbon di Indonesia mencapai rerata 500-950 ton. kandungan karbon pada ekosistem mangrove tidak hanya di atas tanah, tetapi juga di bawah tanah termasuk di soil pool.

"Dengan cadangan karbon sedemikian besar ini, ini menjadi potensi bagi kita untuk kita manfaatkan, tetapi juga sekaligus menjadi beban bagi kita untuk memastikan cadangan karbon ini bisa terkelola, tidak... menjadi sumber emisi yang kira-kira menambah PR NDC (National Determinant Contribution) kita," imbuhnya.

Hartono menuturkan, mengutip hasil studi IPB 2021 penurunan emisi karbon dari budidaya gambut sudah mencapai 182 megaton. Jika dibandingkan dengan target Forestry and Other Land Use (FoLU) yang 492 megaton, tentu angka ini sudah cukup menjanjikan.

"Oleh karena itu kita berharap dari sektor FoLU bisa merealisasikan targetnya sehingga bisa menjadikan FoLU sebagai sektor yang bisa mengkompensasi dari sektor lain yang belum bisa memenuhi targetnya," ucapnya.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Problematika Bantuan Sosial BBM

Most Popular / Trending